RASANYA HIDUP INI TIDAK ADIL KEPADAKU


Pengkhotbah 9:11-12

11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. 12 Karena manusia tidak mengetahui waktunya. Seperti ikan yang tertangkap dalam jala yang mencelakakan, dan seperti burung yang tertangkap dalam jerat, begitulah anak-anak manusia terjerat pada waktu yang malang, kalau hal itu menimpa mereka secara tiba-tiba.

Sobat Teruna, pernahkah merasa bahwa terkadang perlakuan hidup kepada kita sungguh tidak adil. Mengapa dari satu hari ke satu hari lainnya terus-menerus terkena sial, entah itu dimarahin guru, orang tua, atau bertengkar dengan teman padahal kita sudah berusaha untuk menjadi teruna yang baik namun tetap ada saja salahnya, belum lagi mendapat nilai tidak baik padahal sudah belajar dan “kesialan-kesialan” lainnya.

Ketidakadilan ternyata bukan kita sendiri yang merasakannya. Dari zaman dahulu sampai sekarang banyak orang yang merasakan - Hidup ini Tidak Adil. Pengkhotbah dalam ayatnya yang ke 11 dari perenungan kita mengatakan bahwa “kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat,…” terbukti bahwa terkadang seberapa pun kita berusaha untuk menjadi yang terbaik, bisa saja ada faktor X yang membuat kita tidak berhasil dalam melakukan sesuatu. Mengapa? Karena “waktu dan nasib dialami mereka semua” (ayat 11) dan “manusia tidak mengetahui waktunya” (ayat 12). Seberapa pun usaha yang sudah kita lakukan, tetapi jika Tuhan tidak berkenan, maka hal yang kita inginkan tidak akan terjadi.

Namun ini tidak berarti bahwa Tuhan selalu mendatangkan hal yang buruk kepada kita. Ingatlah Yeremia 1:5 dan 29:11! Tuhan sudah memiliki rancangan yang terbaik untuk kita. Hanya saja dalam perjalanan, terkadang kita tidak melibatkan-Nya dalam segala hal sehingga apa yang kita lakukan belum tentu sesuai dengan rencana-Nya sehingga akhirnya kita menyesal jika hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu, mari libatkanlah Tuhan dalam perencanaanmu, mintalah hikmat, dan jalanilah hidup dengan bersandar kepada Tuhan, niscaya Tuhan memberkati baik dalam suka maupun duka, dan tercapailah keinginanmu (Mat 7:7).

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, aku mohon ampun jika aku sering lupa melibatkan-Mu dalam segala perencanaan di hidupku. Terkadang aku menyalahkan-Mu ketika hal tidak baik terjadi, dan menyesal.