WAKTU YANG TIDAK DAPAT DIBELI DAN TIDAK DAPAT DIGANTI

1 Jul 2017

 

Pengkhotbah 3:1-15

 

 1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. 2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; 4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; 6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; 7 ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? 10 Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 11 Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir. 12 Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. 13 Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah. 14 Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia. 15 Yang sekarang ada dulu sudah ada, dan yang akan ada sudah lama ada; dan Allah mencari yang sudah lalu.

 

Sobat Teruna, tahukah bahwa di dunia ini ada sesuatu yang begitu berharga dan tidak dapat dibeli dengan uang? Ya. Jawabannya adalah waktu. Uang tidak akan mampu untuk mengembalikan waktu yang telah berlalu. Setelah hari berganti, maka 24 jam berikutnya adalah hari yang baru. Hari Minggu ini tidak akan sama dengan hari Minggu lalu atau pun Minggu kemarin. Waktu akan terus berjalan dan tidak akan pernah menunggu.

 

Hari ini, melalui kitab Pengkhotbah kita diingatkan bahwa untuk segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada masanya. Kitab Pengkhotbah yang ditulis oleh raja Salomo ingin mengingatkan kita bahwa kita harus menggunakan waktu dengan adil dan bijaksana. Kitab Pengkhotbah ini ditulis pada saat raja Salomo lanjut usia, sehingga Ia sudah mempelajari banyak hal dalam hidupnya sebagai raja yang memiliki hikmat paling tinggi. Untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Pada kata “di bawah langit” dalam KJV (King James Version) artinya “under the heaven” di mana kata tersebut merujuk pada ketidakkekalan, karena surga adalah tempat Allah berada yang berarti tempat itu adalah tempat yang kekal. Jadi mari kita mempergunakan waktu dengan baik karena dunia ini hanya sementara.

 

Mempergunakan waktu tidak hanya untuk bermain game tetapi juga untuk membaca Alkitab. Mempergunakan waktu juga tidak hanya untuk chatting dengan teman tetapi juga untuk belajar, untuk mengasihi sesama, untuk menolong orang tua dan untuk hal lain yang mampu membangun sesama. Mari mempergunakan waktu yang adalah anugerah Tuhan dengan adil!

 

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Bapa, mampukan aku untuk menjadi bijak agar dapat adil membagi waktu yang Tuhan anugerahkan.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon