UPAH BERJERIH LELAH


Pengkotbah 2:24

24 Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah.

Saur Marlina Manurung atau lebih dikenal dengan nama Butet Manurung adalah pendiri sekaligus ‘ibu guru’ dari “Sakola Rimba”. Sakola rimba merupakan sekolah untuk suku Anak Dalam (orang rimba) di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Jambi. Sekolah ini tidak begitu saja dibangun. Butet Manurung harus keluar masuk hutan untuk mempelajari kehidupan sosial dan juga mendapatkan kepercayaan orang-orang suku Anak Dalam. Suku Anak Dalam termasuk suku yang tertutup dengan dunia luar. Mereka beranggapan bahwa pendidikan bukanlah budaya mereka. Hal inilah yang menyebabkan mereka tidak dapat membaca dan menulis. Selama sekitar 8 bulan Butet Manurung membuat sekolah sederhana dari batang kayu dan dedaunan. Dengan sabar Butet Manurung mengajar hingga akhirnya anak-anak suku Anak Dalam dapat membaca dan menulis. Butet merasa senang karena akhirnya anak-anak yang ada di pedalaman memperoleh kesempatan untuk menerima pendidikan. Kerja keras Butet Manurung pun mendapat berbagai penghargaan dan menuai pujian.

Menikmati hasil dari kerja keras adalah suatu hal yang diinginkan setiap orang. Seperti yang ditulis dalam Pengkhotbah 2 ayat 24 yang merupakan pembacaan Alkitab hari ini bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada makan dan minum dan bersenang -senang dalam jerih payahnya. Untuk dapat menerima hasil, maka kita perlu bekerja keras guna mencapainya. Pasti ada upah untuk setiap jerih lelah yang kita lakukan. Bukan hanya untuk menerima pujian. Namun, Tuhan juga ingin agar kita mempergunakan setiap karunia dan talenta yang Tuhan berikan juga agar bermanfaat bagi orang lain, karena setiap hal yang kita miliki adalah pemberian Allah.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa, ajari aku untuk menjadi teruna yang adil menggunakan setiap talenta yang Tuhan percayakan agar berguna bagi orang lain.