KEADILAN TUHAN MEMBERI BERKAT ATAU AKIBAT

8 Jul 2017

 

Yohanes 15:1-7

1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

 

Sobat Teruna mungkin suka makan buah anggur, mangga, durian atau buah-buah lainnya. Buah-buah yang lezat dan sehat ini tidak tiba-tiba jadi besar dan siap dimakan, tetapi ada prosesnya. Berawal dari biji atau batang yang ditanam, lalu akarnya makin kuat, setelah itu pohonnya tumbuh besar. Pada musimnya, bila cukup nutrisi dan subur, baru ranting-rantingnya menghasilkan buah yang banyak.

 

Sobat Teruna, firman Tuhan hari ini diambil dari perumpamaan buah anggur. Di ayat pertama kita baca bahwa Tuhan Yesus mengidentifikasi diri-Nya sebagai pokok anggur (sumber semua nutrisi dan air pada pohon tersebut). Lalu, Bapa adalah pemiliknya yang memelihara, membersihkan atau memotong ranting yang tidak berbuah (karena sebagai pemilik, pasti mengharapkan panen buah).

 

Nah, sebagai apakah kita? Ternyata kita hanya sebagai ranting anggur yang kecil dan lemah. Tanpa terhubung ke akar atau batang, tidak mungkin ranting bisa menerima nutrisi dan perlahan akan mati. Ayat 5 menekankan bahwa di luar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa.

 

Manakah pilihan kita? Melekat kepada Kristus sehingga menjadi ranting yang subur dan banyak buahnya atau jadi ranting yang kering tanpa hasil karena abai terhadap firman Tuhan? Apapun itu, pilihan kita akan direspon oleh Tuhan. Salah satu arti kata “adil” di KBBI adalah: berpihak kepada yang benar atau berpegang pada kebenaran. Karena Tuhan itu adil, maka Dia akan berpihak kepada yang benar. Memberkati mereka yang memilih taat, melekat kepada Kristus dan berbuah. Dan bagi yang menjauh dari Kristus dan tidak berbuah, maka ada hukuman.

 

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan Yesus, ajarlah aku peka akan suara-Mu, taat akan firman-Mu dan setia pada jalan-Mu. Sebab aku tahu sekarang, di luar Engkau, aku tidak dapat berbuat apa-apa.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon