MEMBAWA KASIH TUHAN

14 Jul 2017

 

Kejadian 18:16-33

16 Lalu berangkatlah orang-orang itu dari situ dan memandang ke arah Sodom; dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantarkan mereka. 17 Berpikirlah Tuhan: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? 18 Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? 19 Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya Tuhan memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.””

 

31 Katanya: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu.” 32 Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” 33 Lalu pergilah Tuhan, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya.

 

Sobat Teruna, begitu menarik sisi pribadi Tuhan yang kita baca hari ini. Pertama, Tuhan rindu menyampaikan rencana-Nya kepada Abraham. Kedua, Tuhan mau mendengar pendapat Abraham. Ketiga, orang benar bisa menjadi penyelamat kota.

 

Hari ini kita melihat kasih Tuhan ketika Ia berencana menghukum orang-orang berdosa di sodom dan gomora. Ketika mereka tidak bertobat maka Tuhan datang untuk menghancurkan kota itu. Tetapi dalam proses menghukum kota, Tuhan masih mau mendengar suara Abraham. Abraham dengan hati-hati berusaha menyelamatkan kota Sodom dan Gomora. Bila saja ada 10 orang benar di kota itu, pastilah tidak jadi dihancurkan oleh Tuhan.

 

Sobat, ternyata Tuhan memperhatikan suara/doa dari orang-orang yang dikasihi-Nya. Kita bisa belajar dari Abraham, untuk menjadi pendoa bagi keluarga kita, untuk teman dan persekutuan gereja kita. Dan lagi, dengan taat kepada Tuhan, maka kita juga bisa menjadi garam dan terang bagi keluarga (Kis 16:31) atau lingkungan kita. Kita bisa membawa berkat karena kita begitu berharga di mata-Nya.Mari kita menjadi seperti Oma Lois, yang mengajarkan imannya kepada Eunike, anaknya, dan Timotius, cucunya (2 Tim 1:5).

 

Mari menjadi pembawa kebenaran di lingkungan kita. Bila kita taat, Tuhan Yang Mahaadil akan memberkati keluarga dan lingkungan kita karena kehadiran kita. Dan kita dijadikan-Nya alat untuk memberitakan kabar baik Kristus. Menjadi agent of change yang membawa orang pada kebenaran dan pertobatan.

 

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan Yesus yang baik, aku ingin lebih mengenal kasih-Mu. Ajarku untuk akrab dengan-Mu. Ajarlah aku untuk menjadi berkat di tengah keluarga dan llingkunganku.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon