KEADILAN YANG DISUARAKAN

18 Jul 2017

 

 

Amos 5:7-13

Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah!

8 Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam; Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi --Tuhan itulah nama-Nya. Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu. 10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas. 11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, --sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya. 12 Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. 13 Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

 

Pada saat tulisan ini dibuat, Ibu Kota belum lama kehilangan pemimpin-nya yang baik dan benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat. Bukan sekedar pujian manis, jika hasil karya dan kerja nyatanya memang dirasakan oleh segenap penghuni Ibu Kota. Pemimpin baik ini, seperti mengenakan kacamata kuda yang tidak pandang kanan dan kiri saat harus menegakkan kebenaran dan kepentingan bersama, yang ternyata membuat sekelompok orang merasa terganggu karena ruang gerak ketidakadilannya terancam. Sehingga pada akhirnya pemimpin baik ini harus dikalahkan oleh kebungkaman orang-orang yang enggan untuk menyuarakan kebenaran, karena takut keberadaan mereka terancam.

 

Kesaksian Amos yang tertulis dalam bacaan kita hari ini, menggambarkan keadaan yang serupa di jamannya, ketika kelompok bangsawan Israel kerap memanipulasi kebenaran dan hukum yang berlaku untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Mereka mendesak orang-orang miskin dengan pajak yang tinggi. Mereka mengucilkan orang-orang yang menyuarakan kebenaran dan keadilan. Mereka menerima suap dan untuk itu berani menukar kebenaran menjadi kejahatan dan sebaliknya, mereka menjadikan hukum Allah suatu lelucon yang masam (ipuh).

 

Hari ini, Allah hendak memperingatkan kita untuk tetap setia menyuarakan kebenaran dan keadilan dengan tuntunan hikmat-Nya yang diberikan untuk kita. Jangan ragu untuk menentang bullying di sekolah kita hanya karena kita adalah siswa baru di sekolah. Jangan berdiam diri saat kita mengetahui ada penyalahgunaan dana pelkat PT di jemaat kita hanya karena kita seorang anak layan. Hikmat Allah memampukan kita senantiasa untuk bersuara dengan adil dan benar seturut dengan kehendak Allah.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Hikmat-Mu kuperlukan, ya Tuhan, untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan di sekolah, di gereja, dan di mana pun Tuhan akan mengutus aku.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon