SESUAI STANDAR ALLAH


Imamat 19:35-37

35 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan, mengenai ukuran, timbangan dan sukatan. 36 Neraca yang betul, batu timbangan yang betul, efa yang betul dan hin yang betul haruslah kamu pakai; Akulah Tuhan, Allahmu yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir. 37 Demikianlah kamu harus berpegang pada segala ketetapan-Ku dan segala peraturan-Ku serta melakukan semuanya itu; Akulah Tuhan.”

Sangat disayangkan jika di zaman sekarang putusan peradilan lazim terdapat kecurangan didalamnya, yang benar dan yang salah bisa saling bertukar. Barangsiapa memiliki sejumlah uang, sekali pun salah dapat menjadi benar dan bebas hukuman. Bagi yang benar, karena tidak memiliki sejumlah uang atau kedudukan, maka terpaksa menjadi yang dipersalahkan. Dalam perdagangan dan kehidupan sehari-hari, penggunaan timbangan yang dicurangi, sudah menjadi kebiasaan bahkan seolah-olah kewajiban bagi siapa pun yang hendak memulai berdagang, karena jika tidak ikut melakukan kecurangan, sudah pasti akan kalah untung dari pesaingnya. Tidak ketinggalan kalangan pelajar juga ikut menghalalkan segala cara untuk memperoleh nilai terbaik, bukan lagi sekedar menyontek pekerjaan orang lain, memaksa orangtua untuk menyogok guru, sampai dengan “menjual diri” dilakukan untuk itu.

Sobat Teruna, melalui ketetapan-Nya dalam bacaan Alkitab kita hari ini, Tuhan menghendaki kita untuk tampil beda dari kebanyakan orang di sekitar kita yang sudah terbiasa melakukan kecurangan. Anak-anak Tuhan yang tampil beda tidak akan menoleransi dirinya terhadap kecurangan, dan tetap mempertahankan standard-nya Allah dalam setiap segi kehidupan-nya.

Tuhan kita adalah Tuhan yang perkasa, Tuhan yang berkuasa membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir, Tuhan yang adil, dan Tuhan yang sama pula yang kita sembah saat ini. Jika Tuhan adalah adil, bagaimana mungkin kita bisa disebut sebagai anak-anak-Nya jika kita tidak juga adil bahkan dalam hal yang sederhana sekali pun? Janganlah takut untuk berbuat sesuai standar Allah, karena Tuhan mengasihi orang-orang yang jujur dan adil dan memelihara mereka dengan segala kelimpahan-Nya.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Sungguh mengucap syukur, jika aku masih beroleh hikmat-Mu dan dimampukan untuk berlaku jujur. Buatku kuat, ya Tuhan, dan berkati mereka yang senantiasa menyaksikan pekerjaan-pekerjaan-Mu.