BERLAKU ADIL KEPADA SEMUA ORANG

24 Jul 2017

 

 

Matius 7:1-12

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, 10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan? 11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”Jalan yang benar 12 “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

 

Tuhan Yesus berkata, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Ay. 12a). Kita ingin orang lain berperilaku baik kepada kita; tulus, menyayangi kita, tidak berbohong kepada kita, dst. Artinya, kita pun harus melakukan hal yang sama kepada mereka. Kita tidak boleh hanya menuntut orang lain untuk berbuat ini dan itu kepada kita, sementara kita tidak melakukannya. Hal yang sama wajib kita lakukan kepada mereka. Apa yang kita tuntut harus siap juga kita kerjakan. Jadi di sini ada timbal balik, antara memberi dan menerima, meminta dan memberi. Tidak boleh hanya ingin menerima saja, tetapi tidak mau memberi.

 

Ayat 12 mengajarkan prinsip adil dalam berperilaku. Kita berlaku adil saat kewajiban dan hak itu timbal balik. Kita berlaku adil saat kita tidak cuma menuntut, tetapi melakukan juga yang kita tuntut. “Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (ay. 12b). Ternyata, berlaku adil merupakan inti dari perintah Allah bagi kita. Kita berlaku adil ketika tidak sembarang menghakimi (ay. 1), karena ketika kita menghakimi kita akan menerima penghakiman yang sama. Tuhan Yesus marah kepada orang yang menghakimi dan yang mengabaikan kesalahannya sendiri. Terlebih, ketika orang menghakimi tanpa memedulikan keselamatan orang yang dihakimi. Bukan kita tidak boleh memberi pandangan jika ada dosa di sekeliling kita, namun mari kita melakukannya secara benar (ay. 6).

 

Sobat Teruna, Allah Bapa kita adalah Allah yang adil dan penuh kasih (ay. 7-11). Keadilan Allah ini nyata dalam kasih-Nya. Marilah kita berlaku adil dengan mengasihi sesama kita sebagaimana Allah mengasihi kita.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Terima kasih ya Bapa, Engkau mengajarkanku berperilaku adil dengan mengasihi dan tidak menghakimi. Roh Kudus tolong aku melakukannya.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon