MENGHADAPI KETIDAKADILAN

25 Jul 2017

 

  

Yakobus 2:1-13

Saudara-saudaraku, sebagai orang yang beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan kita yang mulia, janganlah iman itu kamu amalkan dengan memandang muka. Sebab, jika ada seorang masuk ke dalam kumpulanmu dengan memakai cincin emas dan pakaian indah dan datang juga seorang miskin ke situ dengan memakai pakaian buruk, dan kamu menghormati orang yang berpakaian indah itu dan berkata kepadanya: “Silakan tuan duduk di tempat yang baik ini!”, sedang kepada orang yang miskin itu kamu berkata: “Berdirilah di sana!” atau: “Duduklah di lantai ini dekat tumpuan kakiku!”, bukankah kamu telah membuat pembedaan di dalam hatimu dan bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat? Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan? Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah? 8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik. Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran. 10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. 11 Sebab Ia yang mengatakan: “Jangan berzinah”, Ia mengatakan juga: “Jangan membunuh”. Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. 12 Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang. 13 Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.

 

Yakobus adalah pemimpin gereja di Yerusalem. Ia menulis surat kepada jemaat yang tersebar di wilayah Mediterania di luar Palestina. Kemungkinan mereka adalah orang-orang Yahudi Kristen yang pertama. Yakobus mengingatkan jemaat-jemaat ini tentang penerapan pengajaran Yesus dalam kehidupan beriman mereka sehari-hari. Iman yang sejati adalah yang mengasihi sesama seperti diri sendiri. Namun, Yakobus mempunyai contoh gamblang kehidupan iman di jemaat perantauan, yang tidak berdasarkan kasih. Mereka berbuat tidak adil dengan membeda-bedakan orang kaya dan orang miskin. Mereka menyanjung orang kaya, tetapi merendahkan orang miskin. Dalam hati mereka membeda-bedakan orang. Mereka bertindak sebagai hakim dengan pikiran yang jahat dan berbuat dosa melanggar hukum kasih. Karena hal ini, Yakobus menegur mereka. Dia mengingatkan orang-orang kaya (saat itu) yang telah menindas dan menyeret orang percaya ke pengadilan dan yang telah menghujat Allah. Sementara, orang-orang miskinlah, termasuk jemaat di perantauan, yang dipilih Allah menjadi orang-orang yang kaya dalam iman dan menjadi ahli waris kerajaan Allah (bnd. Mat. 5:3).

 

Yakobus berkata, jemaat harus menerapkan kasih dalam perkataan dan perilaku mereka. Dengan begitu mereka terbebas dari hukuman. Bila tidak, mereka akan menghadapi penghakiman yang tidak berbelas kasihan.

 

Sobat Teruna, perintah Tuhan kepada kita dalam surat Yakobus adalah, ketika kita diperhadapkan dengan ketidakadilan, kita harus tetap berlaku adil. Kita harus tetap mengasihi dalam perkataan dan perilaku kita. Dengan begitu kita melakukan firman-Nya, karena berlaku adil adalah panggilan kita. Mereka yang berlaku tidak adil, akan menghadapi penghakimannya sendiri.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Terima Bapa di surga, banyak ketidakadilan di sekelilingku, bahkan aku pun melakukannya. Ampuni aku Bapa jika aku membeda-bedakan orang. Tolong aku untuk menjalankan panggilan berlaku adil di tengah ketidakadilan.

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon