GUSTI ORA SARE


Lukas 18-1-8

1 Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. 2 Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. 3 Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. 4 Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, 5 namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” 6 Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! 7 Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? 8 Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

Selasa (23/5), menjadi momen mengharukan bagi kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok. Lewat surat yang dibacakan istrinya, Veronica Tan, Ahok menasehati pendukungnya untuk tidak lagi melakukan unjuk rasa dan menyalakan lilin perjuangan. Veronica juga menyatakan suaminya mencabut banding atas putusan Pengadilan Jakarta Utara yang menjatuhkan hukuman penjara dua tahun kepada Ahok. Keputusan Ahok mencabut banding perkaranya sontak menimbulkan pro-kontra. Banyak pihak menilai putusan hakim terhadap Ahok tidak adil, sehingga layak untuk naik banding. Ada juga yang mengangap Ahok mundur dari perjuangannya untuk membuktikan bahwa dia bukan “penista agama”.

Tapi Ahok seolah menjawab pro-kontra itu melalui bagian akhir suratnya. Ahok mengajak pendukungnya mengimani bahwa Tuhan pasti menegakkan kebenaran dan keadilan. Tak hanya itu, Ahok menutup suratnya dengan kalimat yang kemudian menjadi tagar (hashtag) #gustiorasare yang artinya “Tuhan tidak tidur” dan mengutip ayat Alkitab dari Mazmur 131:3 dan Mazmur 138:8a. “Kalau dalam iman saya, saya katakan: The Lord will work out His plan for my life!” artinya: “Tuhan akan menyelesaikannya bagiku!” (Mazmur 138:8a).

Sobat Teruna, apa yang diungkapkan Ahok dalam suratnya adalah wujud pengakuan iman bahwa Allah akan menolongnya untuk melalui masalah yang dihadapinya, termasuk ketidakadilan yang harus ditanggungnya. Iman yang dimiliki Ahok sama seperti iman yang diharapkan Tuhan pada setiap orang pilihan-Nya saat menghadapi persoalan dalam hidup ini.

Pembacaan firman hari ini menggambarkan bahwa Allah akan memberi pertolongan kepada setiap orang yang terus memohon kepada-Nya dan pertolongannya selalu tepat waktu (ayat 7), asalkan kita tetap beriman pada-Nya (ayat 8).

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan yang baik, ajar aku untuk membawa setiap persoalan yang aku hadapi kepada-Mu, karena Engkau akan memberikan pertolongan yang adil dan tepat waktu.