BERSAMA DAN DI DALAM TUHAN, KITA BISA!

Mazmur 27 :1-4

1 Dari Daud. Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? 2 Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh. 3 Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itu pun aku tetap percaya. 4 Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhandan menikmati bait-Nya.

Ketika berada dalam sebuah kamar dan sedang beraktifitas, tiba-tiba lampu padam sehingga ruangan menjadi gelap gulita. Dalam situasi seperti ini biasanya kita langsung jengkel dan ketakutan, bahkan mengutuki dengan sumpah serapah mengapa begitu gelap, tapi kita sendiri tidak berbuat apa-apa. Sobat Teruna, daripada jengkel dan mengutuki kegelapan, sebenarnya lebih baik mengusahakan bagaimana caranya untuk menyalakan sebatang lilin supaya menerangi kegelapan. Meski tidak terlalu terang, namun ini jauh lebih baik daripada marah-marah atau hanya mengutuki kegelapan yang tidak mengasilkan apa-apa, dan saja tetap gelap.

Dalam kenyataan seperti inilah Pemazmur menekankan kepada kita untuk melakukan sesuatu, bukan malah merasa tak berdaya atau ketakutan. Dalam keberadaan Pemazmur yang menghadapi serangan, fitnahan dan ancaman, ia tidak larut dalam ketakutan dan ketidakberdayaannnya. Ia justru berusaha mencari perlindungan pada Tuhan. Malah Pemazmur menyatakan dengan tegas bahwa Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupnya. Maka, ia tidak usah takut akan musuh seperti apa pun karena kepercayaannya bahwa Tuhan adalah perlindungannya. Lebih dari itu, Pemazmur yakin bahwa tempat paling aman adalah Rumah Tuhan, yaitu kehadiran Tuhan dalam hidupnya karena di hadirat Tuhanlah Pemazmur terlindungi dari mara bahaya.

Sobat Teruna, dengan mengetahui adanya jaminan keamanan, keselamatan dan damai sejahtera di dalam Tuhan, hendaknya pikiran kita terfokus kepada Allah dan membina hubungan yang akrab dengan-Nya melalui doa, ibadah dan tekun membaca Firman-Nya. Hal itu akan membuat kita optimis menjalani kehidupan ini walaupun situasi dan kondisi tidak mendukung, atau ketakutan membayangi hidup kita saat ini. Dari pada jengkel, dan marah-marah gak jelas, mending berserah dalam persekutuan dengan Tuhan yang akan menolong.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa sorgawi, Ya Tuhan Yesus, sumber kekuatan dan pengharapanku, berkati dan teguhkanlah kepercayaanku supaya mengalami kekuatan dan pelindungan-Mu.