PERLINDUNGAN YANG BERLAPIS DARI ALLAH

Mazmur 34:7-9

7 Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. 8 Malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. 9 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Gara-gara tulisannya di media sosial yang mendukung kesadaran adanya perbedaan keyakinan dan budaya serta bagaimana supaya dapat hidup saling menghargai dalam perbedaan, seorang remaja putri di-bully, bahkan diteror oleh orang-orang yang tidak suka dengan tulisan tersebut. Entah siapa yang membully, tapi yang pasti adalah mereka yang intoleran atau yang mengabaikan ke-bhinekatunggalika-an Indonesia. Dengan serangan secara mental, hinaan bahkan terror ini, tentu sangat menyakitkan. Hal ini bisa saja berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga.

Hal itu jugalah yang Pemazmur rasakan dan alami. Saat menjadi seorang buronan, dan harus melarikan diri dari kejaran Saul, yang hendak membunuhnya, berulang kali Daud mengalami kesesakan, penindasan, dan merasa terjepit. Namun dalam keadaaanya yang tertindas dan terjepit, ia menjerit dan mengadu kepada Tuhan. Di saat itulah ia merasakan pertolongan Tuhan tepat pada waktunya. Perlindungan Tuhan dirasakan bagai dijaga oleh pasukan malaikat yang mengelilingi dia. Bagaikan bodyguard atau pengawal khusus yang dua puluh empat jam sehari menjaga penuh. Dalam keyakinan adanya pertolongan dan perlindungan Tuhan itulah kemudian menyaksikannya dalam ungkapan mazmur ini serta sedia menghadapi setiap tantangan yang ada.

Sobat Teruna, firman ini mengingatkan kita supaya jangan pernah merasa rendah diri dan tidak berharga oleh karena begitu banyaknya serangan tuduhan, hinaan atau bulian yang meremehkan dan merendah kita. Biarlah iman kita tetap berakar pada Tuhan supaya kita mengalami kehadiran Tuhan yang akan menolong serta melindungi kita. Sebab dalam kehidupan senantiasa mendekatkan diri pada-Nya dengan sikap yang terbuka menggungkapkan setiap pergumulan yang dihadapi, di saat itulah Tuhan menyapa dan menjamah hidup kita.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Bapa sorgawi yang penuh cinta, rahmati dan ayomilah kami dari segala bentuk ancaman dan tekanan sehingga kami lewati setiap hari-hari dalam pengawalan-Mu.