IRI HATI ITU MENAKUTKAN

Pengkhotbah 4:4-7

4 Dan aku melihat bahwa segala jerih payah dan segala kecakapan dalam pekerjaan adalah iri hati seseorang terhadap yang lain. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. 5 Orang yang bodoh melipat tangannya dan memakan dagingnya sendiri. 6 Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin. 7 Aku melihat lagi kesia-siaan di bawah matahari

Bagaimana mungkin kita iri melihat orang yang belajar keras setiap hari, mengatur waktunya sedemikian rupa dan pada akhirnya mendapatkan nilai ujian yang sangat memuaskan? Tapi, hal itu sering terjadi. Banyak orang yang iri melihat hasil yang telah dicapai orang lain. Mereka tidak melihat proses yang telah dilalui orang tersebut. Kenapa? Karena berproses itu sangat melelahkan dan banyak orang menghindari hal ini. Oleh karena itu kebanyakan orang lebih memilih jalan pintas, yaitu menyontek.

Sobat Teruna, dikatakan dalam pembacaan firman hari ini bahwa orang yang bodoh melipat tangan dan memakan dagingnya sendiri. Banyak orang ingin pintar, ingin kaya, ingin sukses, ingin bertubuh sehat dengan bentuk yang bagus, tetapi tidak mau melakukan prosesnya. Mereka hanya berpangku tangan dan bermalas-malasan untuk kemudian mem-bully mereka yang sedang berjuang mencapai cita-citanya. Orang-orang seperti ini lebih memilih jalan pintas. Hidupnya dipenuhi perasaan iri hati.

Iri hati itu menakutkan, sobat Teruna. Bahkan seseorang atau sekelompok orang bisa melakukan tindak kriminal karena perasaan iri hati. Sekelompok orang marah terhadap seseorang yang dianggap telah mengganggu lahan pencarian mereka, yang selama ini dilakukan mereka dalam kecurangan. Mereka berusaha orang tersebut mendapatkan penderitaan sehingga mereka bisa leluasa kembali. Mungkin kita seperti itu. Kita akan mem-bully teman kita yang mengadu kepada guru ketika kita menyontek, supaya orang tersebut mengalami penderitaan sehingga kita bisa leluasa menyontek. Atau kita mem-bully teman yang tidak memberikan sontekan kepada kita supaya di kemudian hari teman kita itu memberikan sontekannya kepada kita. Ya, iri hati membuahkan kriminalitas.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, ajarlah aku untuk menghargai setiap proses dalam mencapai keberhasilan dan aku bisa termotivasi melihat keberhasilan temanku.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon