top of page

JAMINAN KEMENANGAN BAGI ORANG PILIHAN ALLAH

 

II Raja-Raja 18:1-7

1 Maka dalam tahun ketiga zaman Hosea bin Ela, raja Israel, Hizkia, anak Ahas raja Yehuda menjadi raja. 2 Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Abi, anak Zakharia. 3 Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Daud, bapa leluhurnya. 4 Dialah yang menjauhkan bukit-bukit pengorbanan dan yang meremukkan tugu-tugu berhala dan yang menebang tiang-tiang berhala dan yang menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab sampai pada masa itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya disebut Nehustan. 5 Ia percaya kepada Tuhan, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. 6 Ia berpaut kepada Tuhan, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah Tuhan yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa. 7 Maka Tuhanmenyertai dia; ke mana pun juga ia pergi berperang, ia beruntung. Ia memberontak kepada raja Asyur dan tidak lagi takluk kepadanya.

 

Sobat Teruna, banyak orang tidak berani untuk memulai sesuatu atau berbuat sesuatu karena takut gagal. Misalnya ketika seseorang takut berbicara di depan orang lain, bisa jadi dia takut ditertawakan. Tetapi ada juga beberapa orang yang berhasil membuat ketakutannya menjadi tantangan untuk membuktikan dirinya. Orang-orang semacam ini biasanya akan menjadi orang yang berhasil. Dia berhasil menang atas dirinya (baca: ketakutannya) sendiri.

Raja Hizkia tentulah bukan orang yang tidak memiliki rasa takut. Namun di dalam ketakutannya, ia mengandalkan pertolongan Allah, yaitu dengan menaati segala perintah-Nya dengan menjauhkan berhala dari bangsa Yehuda. Mengandalkan pertolongan Allah bagi Hizkia bukan hanya berdoa meminta Allah menolong, tetapi juga menjalankan ajaran-Nya dengan membawa bangsa Yehuda hanya menyembah Allah. Oleh karena itu Hizkia pun merasakan kemenangan, sebagai bukti dari jaminan penyertaan Allah terhadap dirinya.

Sobat Teruna, saat kita mencoba mengatasi ketakutan dalam diri sendiri, sebagai murid-Nya tentu kita memiliki cara yang berbeda dengan yang dilakukan oleh rekan kita yang belum memercayai Kristus. Sebagaimana Hizkia, kita juga mengandalkan pertolongan Allah ketika harus berperang melawan ketakutan diri sendiri. Caranya tidak hanya dengan berdoa, tetapi juga menaati kehendak-Nya. Misalnya saat mengerjakan tugas sekolah, kita berdoa meminta kekuatan Tuhan dan berusaha mengerjakan dengan jujur (tidak menyontek, menjadi plagiat atau meminta orang lain yang mengerjakannya buat kita). Mungkin nilai yang kita peroleh dari tugas itu tidak sebaik yang diharapkan, tetapi tahukah bahwa ketika kita berhasil mengalahkan diri sendiri, bonusnya adalah pengalaman dan ide tentang bagaimana di kemudian hari kita mampu membuat yang lebih baik lagi. Mari andalkan Tuhan dengan menaati-Nya senantiasa.

 

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Terunax :

Tuhan Yesus, mampukan aku untuk menjalankan perintah-Mu dengan taat, sebagai bukti bahwa aku sungguh-sungguh mengandalkan Engkau dan tidak takut gagal pada saat menjalankan panggilan-Mu.

bottom of page