KEKUATAN-KELEMAHAN

Roma 15:1-6

1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. 2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. 3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.” 4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, 6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

Sobat Teruna yang dikasihi Tuhan, George Warren mengukuhkan dirinya sebagai pelari atletik tercepat di dunia, khususnya lari jarak 100 meter putra. Namun sayangnya, ‘kekuatan’ ini justru membuatnya menjadi sombong. Karena merasa sudah tidak ada saingan, ia pun ingin menyaingi kecepatan lari seekor kuda. Bahkan, tidak tanggung-tanggung. Ia mengatakan akan mempertaruhkan semua kekayaannya. Akhir dari sikap tinggi hatinya ini adalah kekalahan. Ia pun kehilangan semua harta benda miliknya. Ia tidak sadar bahwa sekuat-kuatnya seseorang, ia pasti punya kelemahan dan sehebat-hebatnya seseorang, ia pasti punya kekurangan.

Sobat, inilah mengapa firman Tuhan pada saat ini mau mengingatkan kita agar saling menopang satu sama lain (ay. 1). Ya, jika setiap manusia tidak luput dari keterbatasan, maka dalam kesadaran bahwa dirinya harus rela bergandengan tangan dengan orang lain. Dengan demikian, kekuatan kita akan melengkapi kekurangan orang lain dan keterbatasan kita akan ditopang oleh kelebihan orang lain.

Janganlah kita sombong saat berhasil memiliki segala-galanya. Bukankah di atas langit masih ada langit? Di sisi lain, jangan terlalu minder atau rendah diri saat menyadari berbagai keterbatasan yang kita miliki. Marilah dengan satu hati dan satu suara kita memuliakan Allah dan Bapa, Tuhan kita, Yesus Kristus dengan saling melengkapi satu sama lain (ay. 6). Inilah yang akan membuat kita mampu bertahan menghadapi tantangan dan persoalan kehidupan.

Berdoalah agar Firman Tuhan hari ini menjadi rhema dalam kehidupan Sobat Terunax :

Ya Tuhan, ajarlah aku untuk tetap rendah hati dalam kelebihan yang aku miliki dan tidak rendah diri saat menghadapi keterbatasan diri.