AIR, SUMBER KEHIDUPAN CIPTAAN

Kejadian 13:10

10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. -- Hal itu terjadi sebelum Tuhan memusnahkan Sodom dan Gomora. --

Sobat Teruna, marilah kita merenungkan. Mungkinkah ikan hidup tanpa air? Ikan akan mati tanpa air. Seperti ikan yang membutuhkan air untuk hidup, demikian pula semua makhluk hidup. Tanpa air semua makhluk; manusia, tumbuhan dan hewan, akan mati. Allah memberikan air untuk kelangsungan hidup kita. Sedemikian pentingnya air dalam hidup kita. Sudahkah kita menyikapinya dengan benar?

Lot memilih daerah yang memiliki banyak air karena ia sadar dirinya, orang-orangnya, dan ternaknya membutuhkan air. Air penting bagi hidup dan pekerjaannya. Karena air yang berlimpah itu pula, Lembah Yordan bahkan terlihat seperti taman Tuhan. Betapa air dari sungai Yordan telah membuat tumbuhan tumbuh subur dan segar sehingga indah dipandang mata. Lalu, apakah Abraham tidak memerlukan air? Tentu saja Abraham dan kepunyaannya butuh air. Ia hanya mendahulukan dan mengizinkan Lot untuk memilih. Pilihan Lot hanya menunjukkan apa yang kebanyakan kita manusia utamakan, yakni kepentingan diri dan kelompok.

Sobat Teruna, kita merasakan dan menyaksikan betapa pentingnya air. Air adalah simbol kehidupan. Tanpa air kita tidak akan menikmati apa yang tersedia di meja makan kita. Tanpa air tubuh kita jelek dan sakit-sakitan. Tanpa air tidak ada pemandangan alam yang indah untuk kita kagumi yang menyejukkan. Tanpa air, lambat laun kita akan mati. Kita tidak dapat menciptakan air. Tuhan menyediakannya di alam. Jadi air karunia Allah bagi kita. Menghargai dan bersyukur adalah sikap yang patut. Melestarikan, memanfaatkan dan mengelola dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan seluruh manusia dan ciptaan, adalah bentuk ungkapan syukur kita atas pemberian Tuhan ini.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, Bapa surgawi, seperti aku tidak dapat hidup tanpa air, demikianlah aku membutuhkan-Mu. Kiranya pemberian-Mu ini menjadikan aku selalu ingin memuliakan-Mu.