SEBUAH LUKA TERDALAM

Yohanes 8:36

36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.

Sebut saja dia, Dul. Di tengah kegemilangannya sebagai pelajar berprestasi, Dul diam-diam berani mengonsumsi obat terlarang kalau nilainya di bawah 9. Ada juga seseorang lain, namanya Jeni. Ia adalah seorang pelajar SMA yang selalu minder dan tidak percaya diri. Dia selalu takut mengungkapkan pendapatnya. Hidupnya penuh ketakutan. Satu orang lagi bernama Baskoro. Kata-katanya cenderung kasar. Sikapnya selalu meremehkan dan merendahkan teman-temannya. Baskoro menjadi pemarah.

Mari kita melihat ke belakang sebentar. Ada seorang laki-laki bernama Pak Hendro. Beliau adalah ayahnya Dul. Semenjak Dul kecil, ia selalu menuntut dan memaksa Dul untuk jadi the best dibanding anak-anak seumurnya. Apabila Dul gagal, Pak Hendro selalu mengejeknya. Dul terluka. Demikian juga dengan Jeni. Sembilan tahun yang lalu ketika Jeni kecil, ia pernah ditolak dengan kasar oleh teman-teman sepermainannya untuk bermain bersama mereka. Jeni terluka. Mengenai Baskoro, suatu malam di rumah sakit, ibunda Baskoro harus meninggalkan Baskoro selamanya. Hanya ibunya yang mau mendengarkan segala keluh kesahnya sebagai anak kecil. Saat itu ayahnya jarang pulang ke rumah. Baskoro terluka. Luka-luka itulah yang menyebabkan Dul selalu frustasi kalau gagal. Jeni menjadi penakut dan Baskoro menjadi pribadi yang kasar. Di hati mereka yang terdalam, mereka menyimpan luka.

Sobat Teruna, kita semua mungkin pernah terluka, apa pun sebabnya. Dan mungkin saja luka itu begitu dalam menusuk hati kita sampai kita sendiri lupa pernah memiliki luka itu. Luka itu dengan bebasnya menggerogoti diri kita di masa sekarang.

Mari kita membawa luka itu pada Yesus. Hanya Dia yang sanggup menyembuhkan, membebaskan dan memulihkan kita. Hanya Dia.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, tolong aku. Pulihkan luka hatiku karena ….. (sebut kejadiannya). Aku percaya bahwa aku sembuh karena kuasa salib-Mu yang memerdekakanku.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon