LIDAH SEPERTI PERAK

Amsal 10:20

20 Lidah orang benar seperti perak pilihan,tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

Sulit sekali menemukan orang yang bisa dipercaya sekarang ini. Kebanyakan di depan kita terlihat baik, namun di belakang kita, kelakuan mereka sangat berbeda. Pernah gak merasakan bahwa setelah kita curhat kepada seseorang tentang masalah kita yang sangat rahasia, beberapa hari, bahkan beberapa jam kemudian, hasil curhatan kita itu sudah tersebar ke penjuru sekolah. Kita menjadi malu, sedih dan mau marah rasanya. Menjadi orang kepercayaan itu adalah suatu anugerah. Kita harus menjaganya sebaik mungkin.

Bacaan kita hari ini adalah nasihat dari Amsal yang tentu saja ini membawa kita pada pengajaran dan kehidupan yang berkenan pada Kristus. Mulut kita yang kecil adalah sesuatu yang sangat sulit dikekang. Kita sering semena-mena berucap tanpa memikirkan akibatnya bagi orang lain.

Nasihat Amsal sangat jelas bahwa lidah orang benar adalah seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya. Ketika kita berbicara tentang hal yang membangun, tentang kebenaran, tentang teguran yang mendidik, tentang nasihat yang menguatkan dan banyak lagi hal baik, tentulah ini menyukakan dan menyenangkan bagi orang lain. Ketika itulah disebut bahwa lidah kita seperti perak pilihan. Perak pilihan tentunya bernilai mahal dengan kualitas yang baik. Itulah lidah orang benar. Jalan orang benar selalu dikenal Tuhan. Di luar itu, kita bagaikan pikiran orang fasik yang sedikit nilainya. Orang fasik adalah mereka yang berdiri di jalan orang berdosa dan duduk dalam kumpulan pencemooh. Bayangkan, duduk dalam kumpulan pencemooh. Lidah mereka dipakai untuk menyakiti orang lain. Tentu Tuhan tidak berkenan pada jalan orang fasik. Jalan mereka menuju kebinasaan. Pilihan ada di tangan kita, sobat

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Kurindu untuk selalu menggunakan lidahku di dalam kebenaran. Pakai aku selalu melalui setiap ucapan-ucapanku ya Tuhan.