MENGHARGAI MAKANAN

 

Keluaran 16:11-20

11 Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa: 12 “Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa AkulahTuhan, Allahmu.” 13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. 14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. 15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan Tuhan kepadamu menjadi makananmu. 16 Beginilah perintah Tuhan: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.” 17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. 18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya. 19 Musa berkata kepada mereka: “Seorang pun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.” 20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

 

Tanggal 16 Oktober ditetapkan sebagai Hari Pangan Sedunia. Sekitar 150 negara sepakat memperingati Hari Pangan Sedunia, yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap masalah kelaparan dan kemiskinan. Kelaparan kadang diidentikan dengan kemiskinan. Padahal siapa pun kita, bahkan orang kaya, pernah merasa lapar. Bedanya, orang kaya mampu membeli makanan untuk menghilangkan rasa lapar, tapi orang miskin terkadang harus menahan rasa lapar.

Rasa lapar bisa juga disebabkan oleh ketidakpuasan dengan makanan yang telah disantap. Hal itulah yang tergambar dalam bacaan firman hari ini. Orang Israel bersungut-sungut saat berada di padang gurun, karena tidak menikmati daging dan roti seperti ketika mereka berada di Mesir. Mereka mendapat makanan, namun merasa kelaparan karena yang disantap tidak sesuai dengan keinginan mereka. (Keluaran 16:3). TUHAN lalu mendatangkan burung puyuh saat petang untuk santap malam, dan menurunkan manna saat pagi untuk pengganti roti yang dapat dimakan sepanjang hari. (ayat 13-14). Namun TUHAN juga memperingatkan orang Israel untuk memungut manna secukupnya atau sesuai kebutuhan hari itu, karena yang disimpan sampai pagi berikutnya akan berulat atau berbau busuk (ayat 20).

Sobat Teruna, terkadang kita bertindak seperti orang Israel. Meskipun sudah makan, kita ingin menikmati makanan yang lebih enak. Atau hanya karena postingan di media sosial, kita rela mengantri untuk membeli makanan tertentu yang sedang tren, padahal perut kita tidak lapar atau membutuhkan makanan itu. Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita untuk menghargai makanan dan mengisi perut secukupnya. Makanlah karena kita membutuhkan, bukan karena kita menginginkannya. Sebab, di luar sana, banyak orang yang masih kelaparan dan tidak bisa memilih apa yang dapat dimakan.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, ingatkan aku untuk memikirkan mereka yang kekurangan, agar aku menghargai makanan yang disediakan bagiku hari ini dan bersyukur untuk setiap berkat-Mu.