KITA BUKAN SIAPA-SIAPA

Mazmur 8:1-10

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. 2 Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. 3 Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. 4 Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: 5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. 7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: 8 kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; 9 burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 10 Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Suatu hari saat keponakan saya dan teman-temannya bermain, salah seorang teman keponakan saya menyombongkan dirinya dengan apa yang dimiliki oleh orang tuanya. Lalu teman-teman lainnya juga secara spontan menyombongkan apa yang dimiliki oleh orang tuanya. Menyombongkan diri dengan apa yang kita miliki adalah sebuah kebiasaan yang biasa kita lakukan.

Kita ingin menunjukkan siapa diri kita dan karenanya kita menyombongkan apa yang kita miliki ataupun dapatkan. Namun, hal yang seringkali kita lupakan adalah bahwa sama seperti anak-anak tadi menyombongkan sesuatu yang bukan miliknya, kita pun seringkali menyombongkan sesuatu yang sebenarnya bukan milik kita. Manusia tidak memiliki apa-apa. Semua yang dimilikinya adalah dari Allah. Manusia bukanlah siapa-siapa. Apa yang dia punya adalah semata dari Allah. Hal inilah yang diingatkan oleh pemazmur melalui bacaan kita hari ini. Dalam Mazmur 8:1-9, pemazmur menyatakan bahwa apa yang dimiliki oleh manusia adalah dari Allah. Bahwa manusia sebenarnya tidak ada apa-apanya di hadapan Allah. Allah, Dialah yang memahkotai manusia dengan kemuliaan dan hormat. Dialah yang membuat kita berkuasa atas buatan tangan-Nya (4-7). Dia, Allah adalah pemilik segala sesuatunya dalam kehidupan kita. Apa yang kita saat ini miliki dan dapatkan adalah dari Dia. Kepintaran kita, kecantikan kita, sahabat-sahabat yang kita miliki, kekayaan orang tua kita, semua itu adalah dari Allah, milik Allah. Oleh karena itu, tidak satu pun yang seharusnya dapat kita sombongkan dalam hidup ini.

Sobat Teruna, mari menyadari bahwa diri kita bukanlah siapa-siapa, tidak ada yang seharusnya kita sombongkan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku berdamai dengan kesombonganku.