DISAKITI DAN MENGAMPUNI

27 Oct 2017

 

 

Matius 18:21-22

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

 

Sobat Teruna, pernahkah kita disakiti oleh orang lain dan kita berusaha untuk mengampuninya tapi sulit bagi kita untuk mengampuni? Kita membenci orang tersebut karena apa yang telah dia lakukan kepada kita, tapi kebencian itu menggerogoti hati kita dan membuat kita terpenjara dalam amarah.

 

Mengampuni adalah salah satu pengajaran yang Yesus ajarkan. Salah satu wujud dari kasih kita kepada sesama adalah mengampuni. Dalam Matius 18:21-22, Tuhan Yesus mengajarkan kepada murid untuk mengampuni tanpa batas. Mengampuni sebanyak tujuh kali yang disebutkan oleh Petrus sebenarnya adalah jumlah yang sudah lebih dari cukup pada waktu itu untuk mengampuni kesalahan. Namun, bagi Tuhan Yesus, tujuh kali bukanlah jumlah yang cukup. Bukan hanya tujuh kali, tapi tujuh puluh kali tujuh kali. Tujuh puluh kali tujuh kali dalam hal ini tentu tidak berarti 490 kali, tapi ketika Yesus mengatakan hal ini, maksudnya adalah untuk mengampuni tanpa batas.

 

Mengampuni memang bukan hal yang mudah, tapi saat kita melakukannya akan ada rasa lega luar biasa dalam hati kita. Ada perasaan bebas dan tenang karena kita mengampuni. Hidup dalam kebencian dan dendam tidak membawa hal yang baik. Ajaran Yesus untuk mengampuni bukan hanya untuk menunjukkan kasih kepada mereka yang bersalah, tapi juga untuk memberikan kedamaian bagi mereka yang mengampuni.

 

Sobat Teruna, mari kita berdamai dengan diri kita. Buanglah setiap amarah dan dendam dalam hati kita dan berilah pengampunan kepada mereka yang telah bersalah kepada kita sebagaimana Allah telah mengampuni kita.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan, tolong aku untuk dapat mengampuni sesamaku.

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon