WE ARE PEACEMAKER

Matius 5:9

9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Sobat Teruna, tentu kita semua ingin berbahagia dan disebut sebagai anak-anak Allah. Bacaan hari ini adalah sebagian kecil resep rahasia yang disampaikan Yesus dalam Khotbah di Bukit. Secara khusus dalam 4 hari ke depan kita akan belajar menjadi seorang Pembuat Damai (peacemaker).

Mari kita membaca sekali lagi Matius 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” Apakah sekadar “membawa damai?” Ternyata tidak, sobat Teruna. Jika kita melihat ke dalam kata terjemahan aslinya, dalam bahasa Yunani, kata membawa damai memiliki makna yang lebih dalam, yaitu εἰρηνοποιοί (baca Eirene) atau dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai Peacemaker - Pembuat Damai. Jadi kita tidak hanya diperintahkan untuk hanya membawa damai, tetapi secara aktif membuat damai dalam kehidupan sehari-hari.

Hal berikutnya yang tak kalah pentingnya adalah bahwa Yesus memerintahkan ini kepada pengikut-pengikut-Nya, bukan hanya untuk satu orang. Ketika Yesus menggunakan kata “Orang” dan “Anak-anak Allah”, berarti bukan hanya satu anak Tuhan yang diperintahkan untuk menjadi Peacemaker, tetapi semua anak-Nya yang mengaku Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat harus menjadi Peacemaker dalam hidupnya semasa di bumi. Dengan begitu, dunia yang kelam dan penuh dengan rupa kejahatan, mampu dicelikkan matanya dengan Damai Sejahtera dari Allah (Shalom) melalui kehadiran kita. Bagaimana caranya menjadi peacemaker? Hadirlah sebagai penolong bagi sesama kita. Berikan dorongan bagi mereka yang berputus asa. Kuatkan mereka yang lemah. Maukah kita melakukannya?

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, aku percaya Engkau telah menetapkan langkah perjalanan kakiku di bumi ini. Jadikan aku teruna-Mu yang bukan hanya membawa damai, tetapi juga membuat kedamaian di mana pun aku berada.