PEACEMAKER NOT PEACEKEEPER

Roma 12:18; Efesus 6:15; dan Roma 15:13

18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: “Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.”

Wahai Peacemakers, tidak dapat dipungkiri bahwa sepanjang tahun 2017 ini, Indonesia seringkali diterpa oleh berbagai macam kekuatan pemecah belah bangsa melalui isu sosial, agama dan politik yang terjadi di berbagai media masa. Penyebar provokasi SARACEN dan Aksi Pembelaan terjadi dimana-mana. Lalu dimanakah keberadaan kita di saat fenomena ini terjadi? Sebagai teruna Kristus, sang Peacemaker, kita dituntut untuk menjadi Agen Pembawai Perdamaian, bukan menjadi Agen Penjaga Kedamaian saja (Peacekeeper).

Sekali lagi kita belajar dari rasul Paulus, sang provokator yang dulunya mengejar umat-umat percaya kemudian bertobat setelah bertemu sang Pangeran Damai, Yesus, dan memotivasi semua orang percaya, termasuk sobat Teruna dan saya melalui surat-suratnya kepada umat di: (1) Roma (12:18) untuk hidup berdamai dengan semua orang tanpa melihat latar belakang suku dan agama; (2) Efesus (6:14-15) untuk memakai perlengkapan perang dalam memerangi orang-orang yang ingin merusak perdamaian di antara bangsa Indonesia; dan (3) Roma (15:13) berharap kepada Tuhan Yesus yang akan memberikan kekuatan dan semangat bagi kita untuk menjadi Peacemaker dalam kehidupan sehari-hari.

Sobat Teruna, mulailah dari hal yang terkecil seperti menyebarkan pesan kasih dan damai melalui ucapan bahagia dan menyemangati di akun sosial media kita, tidak membalas dan tidak cepat terprovokasi dengan berita-berita atau posting-an tidak benar, dan banyak lagi yang lain. Di atas segalanya itu, mintalah selalu hikmat Tuhan untuk menjaga hati kita. Jangan hanya menjadi Peacekeeper, tetapi secara aktif menjadi Peacemaker di tengah dunia yang rapuh akan kedamaian ini.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, pakailah suara kecil teruna-Mu ini sebagai pembuat damai di tengah usaha orang-orang perusak kedamaian bangsa Indonesia.