top of page

SEDERHANA TETAPI MENJADI BERKAT

 

Filipi 4:10-17

10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu. 11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. 12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. 13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku. 15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu. 16 Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. 17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

 

Akhir-akhir ini, model telepon seluler (ponsel) berubah sangat cepat. Tiap tahun bahkan tiap bulan, produsen ponsel ternama berlomba-lomba mengeluarkan beberapa model sekaligus. Orang bisa berpikir “wah ada model baru, pasti lebih bagus, harus dibeli” atau ”yang seri sebelumnya sudah bagus, tidak perlu ganti lah” bisa juga ”buat apa yang mahal, yang sederhana sudah cukup kok”.

Sobat Teruna, sekarang ini mungkin sering menimbang-nimbang untuk memiliki ini dan itu demi penampilan atau ikut teman. Gaya hidup, penampilan dan nilai barang yang kita miliki menjadi penting karena kita berpikir hal ini bisa memengaruhi cara orang menghargai kita. Apa betul begitu? Tentu tidak. Ini cara pandang dunia, bukan cara pandang Alkitab.

Rasul Paulus memiliki pandangan yang berbeda. Dia mampu melihat melalui cara pandang Tuhan. Kepada jemaat Filipi, dia menekankan bahwa dia tahu apa itu kekurangan dan kelimpahan (ay 12). Bukan kenyamanan, kekayaan atau kehormatan yang dikejar Paulus dalam hidupnya. Justru dia mencukupkan diri dengan apa yang dia miliki dan fokus menyebarkan firman Tuhan. Paulus yakin Tuhan memelihara hidupnya (ay 13). Dan dia yakin hidupnya hanya untuk memuliakan Tuhan (ay 17).

Sobat Teruna, mari kita belajar dari rasul Paulus. Bukan dari kelimpahan atau kenyamanan, tapi Tuhan melihat hati dan andil kita terhadap sesama. Jadilah seseorang yang gemar memberi pertolongan dan melimpah kata-kata yang positif untuk sesama. Jadilah teruna yang menjadi berkat bagi dunia, bukan terjebak gaya hidup dunia.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan ajariku untuk membawa kasih-Mu, menjadi berkat bagi banyak orang. Dalam kesederhanaan dan kekuranganku, aku percaya Engkau memeliharaku.

bottom of page