JUNJUNG TINGGI PERDAMAIAN


 

Ulangan 20:10-15

10 Apabila engkau mendekati suatu kota untuk berperang melawannya, maka haruslah engkau menawarkan perdamaian kepadanya. 11 Apabila kota itu menerima tawaran perdamaian itu dan dibukanya pintu gerbang bagimu, maka haruslah semua orang yang terdapat di situ melakukan pekerjaan rodi bagimu dan menjadi hamba kepadamu. 12 Tetapi apabila kota itu tidak mau berdamai dengan engkau, melainkan mengadakan pertempuran melawan engkau, maka haruslah engkau mengepungnya; 13 dan setelah Tuhan, Allahmu, menyerahkannya ke dalam tanganmu, maka haruslah engkau membunuh seluruh penduduknya yang laki-laki dengan mata pedang. 14 Hanya perempuan, anak-anak, hewan dan segala yang ada di kota itu, yakni seluruh jarahan itu, boleh kaurampas bagimu sendiri, dan jarahan yang dari musuhmu ini, yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu, boleh kaupergunakan. 15 Demikianlah harus kaulakukan terhadap segala kota yang sangat jauh letaknya dari tempatmu, yang tidak termasuk kota-kota bangsa-bangsa di sini.

 

Ketika mendengar salah satu teman sekolah diganggu murid sekolah lain, serta merta satu angkatan berangkat untuk membalas. Terjadilah perkelahian antar sekolah demi solidaritas. Kadang terpicu masalah kecil. Demi kehormatan dan tradisi turun temurun, maka perkelahian menjadi jalan keluar. Tidak jarang, pihak yang tidak tahu-menahu justru menjadi korban.

Sobat Teruna dalam kitab Ulangan yang kita baca hari ini membahas tentang peraturan perang. Kala itu umat Israel diberikan tanah Kanaan untuk tempat tinggal mereka. Ketika ada ancaman atau serangan dari bangsa lain di luar Kanaan, ternyata Tuhan pun memberikan suatu peraturan. Peraturan pertamanya adalah menawarkan perdamaian kepada lawan. Walaupun umat Israel dalam kemurahan Tuhan mampu mengalahkan musuh-musuhnya, tapi Tuhan tetap menghendaki perdamaian dengan bangsa-bangsa di luar tanah perjanjian. Terlebih lagi di jaman perjanjian baru, kita diajarkan hukum kasih bukan hukum perang. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengampuni dan saling mengasihi.

Sobat Teruna, ketika ada masalah antar sekolah, antar angkatan atau antar teman, kita diajarkan untuk menawarkan perdamaian. Mari kita duduk bersama dan melihat apa pemicu masalahnya. Dengan hikmat, kita bisa menimbang dan memberi jalan keluar yang mengutamakan perdamaian. Atau saat kita dalam pertandingan antar sekolah, marilah selalu menjunjung nilai sportifitas. Bila menang, janganlah sombong. Bila kalah, jangan mencari masalah. Berhenti melakukan kekerasan dan perkelahian. Mari berpikir jernih dan menjunjung tinggi perdamaian. Tuhan memampukan kita.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus ajari aku untuk selalu menyuarakan perdamaian. Ajarku membawa kasih dalam perselisihan.