DIMANAKAH KEADILAN TUHAN?


Habakuk 1:1-5

1 Ucapan ilahi dalam penglihatan nabi Habakuk. 2 Berapa lama lagi, Tuhan, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: “Penindasan!” tetapi tidak Kautolong? 3 Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. 4 Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik. 5 Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan.

Sobat Teruna, saya sering mendengar candaan dari komika Indonesia, Mongol. Ia pernah berkata, seharusnya sebagai orang Kristen, janganlah berdoa “Datanglah ya Tuhan.” Karena kalau kita meminta Tuhan untuk datang, maka kita meminta Tuhan untuk mempercepat hari penghakiman itu terjadi, padahal kita semua belum siap.

Belakangan ini di Indonesia sering terjadi ketidakadilan. Contohnya dari pemimpin jujur dipenjarakan namun pemimpin yang terbukti melakukan tindakan korupsi dibebaskan, karena dimenangkan oleh hakim dalam pra-peradilan. Lalu di mana Tuhan dan keadilan-Nya?

Pertanyaan kita ternyata sama dengan pertanyaan nabi Habakuk dalam percakapannya dengan Tuhan. Habakuk yang namanya berarti “Dia memeluk” hidup di jaman yang hampir sama dengan nabi Nahum seperti bacaan kita kemarin. Ia berseru kepada Tuhan yang seakan diam saja (ayat 2-3). Pada ayat 4, Habakuk menyadari bahwa hukum di dunia ini sudah terbalik karena orang jahatlah yang mengepung orang benar. Namun Tuhan menjawabnya di ayat 5, bahwa Ia akan menegakkan keadilan kepada orang-orang yang berlaku tidak adil terhadap umat Israel.

Sobat Teruna, sangat menarik bagi kita untuk membaca keseluruhan isi kitab Habakuk. Kita mampu melihat bahwa Habakuk memberi kita gambaran tentang orang-orang yang sombong dan tinggi hati. Sementara orang benar hidup dengan iman kepada Allah (2: 4). Ini mengingatkan kita bahwa sementara Tuhan tampak tenang dan tidak terlibat dalam dunia kita, Dia selalu memiliki rencana untuk menghadapi kejahatan dan mencapai keadilan pada akhirnya. Contoh hidup nabi Habakuk seharusnya mendorong teruna Kristus untuk menantikan Tuhan, mengharapkan bahwa Dia benar-benar akan mengerjakan semua hal untuk kebaikan kita (Roma 8:28).

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus aku berdoa bagi kami orang-orang percaya yang ada di Indonesia. Walaupun terjadi berbagai ketidakadilan, aku percaya bahwa pada akhirnya rencana Tuhanlah yang akan tergenapi.