HIKMAT YANG MEMBAWA DAMAI

27 Nov 2017

 

 

 

I Raja-raja 3:1-15

Lalu Salomo menjadi menantu Firaun, raja Mesir; ia mengambil anak Firaun, dan membawanya ke kota Daud, sampai ia selesai mendirikan istananya dan rumah Tuhan dan tembok sekeliling Yerusalem. Hanya, bangsa itu masih mempersembahkan korban di bukit-bukit pengorbanan, sebab belum ada didirikan rumah untuk nama Tuhan sampai pada waktu itu. Dan Salomo menunjukkan kasihnya kepada Tuhan dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan. Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu. Di Gibeon itu Tuhan menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” Lalu Salomo berkata: “Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini. Maka sekarang, ya Tuhan, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?” 10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. 11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, 12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau. 13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja. 14 Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu.” 15 Lalu terjagalah Salomo; ternyata ia bermimpi. Sekembalinya ke Yerusalem, berdirilah ia di hadapan tabut perjanjian Tuhan, dipersembahkannya korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan, kemudian ia mengadakan perjamuan bagi semua pegawainya.. 

 

Sobat Teruna pasti tahu cerita tentang raja Salomo. Ada satu cerita yang sangat populer yaitu bagaimana raja Salomo menyelesaikan permasalahan perseteruan dua Ibu yang memperebutkan satu anak (1 Raja-Raja 3: 16-28). Dari cerita itu ada hal besar yang membuat raja Salomo menjadi sangat dihormati rakyatnya dan bahkan menjadi raja paling berhikmat sampai sekarang ini seperti tertulis dalam 1 Raja-Raja 3:28 yang mengatakan “maka takutlah mereka, sebab mereka melihat bahwa hikmat dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan”. Hikmat dari Allah. Itulah yang dimiliki oleh raja Salomo sehingga semua keputusan dan kebijakannya pada saat itu dapat menjadi berkat bagi banyak orang.

 

Sobat, dalam renungan hari ini kita tahu bagaimana raja Salomo tidak meminta yang lain ketika dia berkesempatan meminta apa yang menjadi keinginannya. Dia hanya meminta hikmat sehingga Allah melihat semua itu baik (1 Raja-Raja 3:10). Allah bukan hanya memberikan apa yang raja Salomo pinta, Dia juga memberikan apa yang tidak diminta (1 Raja-raja 3 : 13).

 

Demikian sobat Teruna, kita sebagai pemberita damai dan pelaku firman Tuhan haruslah memiliki hikmat. Bagaimana mendapatkannya? Mintalah kepada Tuhan, seperti yang raja salomo lakukan (1 Raja-raja 3:9). Dengan memiliki hikmat dari Tuhan, kita akan dibimbing sehingga segala keputusan yang kita buat dapat menjadi saluran berkat dan memberikan damai kepada setiap orang.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan berikanlah aku hikmat sehingga dapat menjadi pemberita damai dan menjadi berkat bagi setiap orang.

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon