UCAPAN YANG MENJADI BERKAT

Yakobus 1:19-26

19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. 21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. 23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. 24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. 25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. 26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Sekarang ini kita sering sekali mendengar berita tentang kejahatan dari pemberitaan palsu atau hoax yang membuat sekelompok orang atau orang-orang tertentu merasa difitnah karena pemberitaan itu. Ada beberapa jenis orang ketika membaca atau mendengar berita seperti itu. Ada yang percaya begitu saja. Ada yang sangat percaya dan ikut menyebarkan berita bohong ini. Ada yang mencari kebenaran dari berbagai pihak. Dan ada yang diam saja. Bagaimana dengan kita sobat Teruna? Apakah kita salah satu orang yang gampang terpancing emosinya ketika kita mendapat berita yang belum pasti kebenarannya itu?

Dalam hari ini, Yakobus beberapa kali mengingatkan untuk berhati-hati dalam berkata-kata. Mari kita lihat ayat 19 yang mengatakan bahwa setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar tapi lambat untuk berkata-kata dan ayat 26 mengatakan bahwa jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ya, kita cenderung menjadi orang yang cepat bicara tapi lamban mendengar. Apa sih maksudnya? Seringkali kita tidak mendengar secara keseluruhan apa yang dikatakan. Kita langsung mengambil kesimpulan. Apalagi sekarang ini berita bohong begitu mudahnya tersebar. Kita terlalu cepat bicara, terlalu cepat menghakimi, terlalu cepat menyebarkan kebohongan dan fitnah.

Sobat Teruna pasti tahu pepatah “lidah lebih tajam dari pada pedang.” Mari kita menjaga setiap perkataan yang kita ucapkan baik lisan maupun tulisan melalui media social dan juga lebih banyak mendengar atau mencari informasi yang benar sehingga tidak mudah disesatkan dengan berita hoax. Dengan begitu kita tidak hanya membaca firman Tuhan tapi bisa menjadi berkat juga melalui setiap perkataan atau ucapan kita dimana pun.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Terima kasih Tuhan untuk renungan hari ini yang mengingatkanku untuk dapat selalu menjadi pelaku firman Tuhan yang dapat menjadi berkat melalui setiap perkataan yang aku ucapkan setiap harinya.