MEMBERITAKAN DAMAI DAN KEADILAN

30 Nov 2017

 

 

 

Yesaya 32:1-8

Sesungguhnya, seorang raja akan memerintah menurut kebenaran, dan pemimpin-pemimpin akan memimpin menurut keadilan, dan mereka masing-masing akan seperti tempat perteduhan terhadap angin dan tempat perlindungan terhadap angin ribut, seperti aliran-aliran air di tempat kering, seperti naungan batu yang besar, di tanah yang tandus. Mata orang-orang yang melihat tidak lagi akan tertutup, dan telinga orang-orang yang mendengar akan memperhatikan. Hati orang-orang yang terburu nafsu akan tahu menimbang-nimbang, dan lidah orang-orang yang gagap akan dapat berbicara jelas. Orang bebal tidak akan disebutkan lagi orang yang berbudi luhur, dan orang penipu tidak akan dikatakan terhormat. Sebab orang bebal mengatakan kebebalan, dan hatinya merencanakan yang jahat, yaitu bermaksud murtad dan mengatakan yang menyesatkan tentang Tuhan, membiarkan kosong perut orang lapar dan orang haus kekurangan minuman. Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian.

 

Tahukah sobat Teruna bagaimana memilih ikan yang baik dan segar? Belajar dari ibu saat ke pasar membeli ikan, mereka biasanya memeriksa bagian kepala, khususnya insang. Apakah masih berwarna merah segar atau sudah menjadi merah tua? Bila sudah menjadi merah tua atau kehitam-hitaman, itu berarti sudah tidak segar lagi bahkan sudah mengalami pembusukan. Ikan mengalami pembusukan dimulai dari kepalanya, kemudian menjalar ke tubuh. Begitu juga dengan sebuah organisasi atau bangsa. Jika pemimpinnya bobrok, maka anggota atau masyarakatnya pun akan rusak. Di sinilah peran seorang pemimpin atau raja yang adil sangatlah penting. Mereka harus mampu menjalankan pemerintahan dengan benar dan memberikan kesejahteraan lahir-batin kepada rakyatnya.

 

Sobat Teruna, sesuai bacaan kita, para pemimpin di Yehuda berlaku korup dan tidak adil sehingga bangsa Israel sangat kecewa terhadap pemmpinnya. Maka Yesaya 32: 1-8 ini ibarat baterai yang sedang di-charge, dalam arti pengharapan dan semangat hidup sebagai umat yang dipulihkan/dikokohkan kembali. Dalam ayat 1 jelas dikatakan bahwa seorang raja yang adil akan datang. Walaupun mereka tertindas oleh Bangsa Assur, pengharapan mereka dibangkitkan kembali karena pertolongan Tuhan, serta kehidupan mereka dipulihkan kembali sebagai bangsa pilihan.

 

Siapa "Raja yang adil" dimaksud? Tidak satu pun raja-raja Israel atau Yehuda yang sepenuhnya menggenapi gambaran ini. Dalam terang Perjanjian Baru, Yesus Kristuslah sang Raja Adil itu. Ia Raja yang memerintah dalam kebenaran dan keadilan. Ia memimpin terjadinya perubahan besar yang lebih baik dari sebelumnya. Maka dalam kehadiran-Nya untuk membawa damai dan keadilan dalam hidup kita, marilah kita menyambut-Nya serta mempersiapkan diri untuk menajadi agen-Nya membawa keadilan dan kedamaian di tengah-tengah lingkungan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Bapa yang Pengasih di dalam Kristus, biarlah aku menyadari bahwa Kristus-lah yang memimpin aku hidup dalam damai & keadilan, serta sedia untuk menyatakannya dalam seluruh hidupku.

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon