SEDERHANA MEMBAWA DAMAI

9 Dec 2017

 

 

 

Lukas 2:8-20

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10 Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” 13 Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14 “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” 15 Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.” 16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

 

Sobat Teruna, setujukah kita dengan ungkapan sederhana itu membawa damai? Bukankah pada kenyataannya justru banyak orang berpendapat hanya di dalam kelimpahan dan kekayaanlah akan ada kedamaian? Atau seringkali kita memandang rendah orang-orang yang sederhana.

 

Renungan kita hari ini ternyata membuktikan bahwa orang-orang sederhana berharga di mata Tuhan. Mereka menjadi pembawa damai itu tenyata benar adanya. Alkitab menyaksikan bahwa para gembala yang hidup di dalam kesederhanaan itu, justru menjadi orang-orang yang pertama kali mendengar berita kelahiran Juru Selamat. Karena kesederhanaan mereka, tanpa curiga dan berbantah-bantahan mereka cepat-cepat menuju Bethlehem dan akhirnya menyaksikan kebenaran berita itu. Tidak hanya sampai di situ, ketika mereka mengetahui apa yang terjadi, mereka memuji dan memuliakan Tuhan. Para gembala itu pun pulang dengan penuh kedamaian karena apa yang telah mereka lihat dan alami.

 

Sobat Teruna, seperti para gembala itu, Tuhan ingin kita pun bisa hidup di dalam kesederhanaan. Kesederhanaan dalam berpikir ketika mengikut Yesus. Bergegas ketika kita tahu bahwa Allah memanggil kita untuk melayani-Nya, tanpa banyak tanya. Meyakini bahwa hidup kita ada dalam pemeliharaan Dia Sang Juruselamat. Hidup sesuai dengan kebutuhan bukan keinginan. Betapa sederhananya sebenarnya hidup ini. Di dalam kesederhanaan itulah ada damai sejahtera.

 

Mari kita seperti para gembala itu, memuji dan bersyukur untuk setiap apa yang Tuhan sudah berikan bagi kita. Bersukacita karena melihat kebaikan Kristus. Mari kita juga mengubah sikap hidup kita yang mungkin selama ini keliru. Kita juga mesti membiasakan diri hidup sesuai kebutuhan, bukan keinginan, maka kita akan merasakan kedamaian.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk mampu belajar hidup sederhana dan merasakan kedamaian yang berasal dari padaMu.

 

 

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon