DAMAI YANG MENENTERAMKAN BANGSA


Mazmur 67:1-8

1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur. Nyanyian. 2 Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, 3 supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. 4 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 5 Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. 6 Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. 7 Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. 8 Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

Sobat Teruna, Indonesia adalah negara yang kita cintai. Di sini kita lahir. Di sini kita bersekolah, bertempat tinggal. Di sini juga orangtua kita mencari nafkah. Artinya, kita harus ikut membangun dan menyejahterakan bangsa ini sebagaimana renungan kita kemarin. Tapi kalau kita melihat fenomena belakangan ini, begitu banyak orang yang ingin memecah kesatuan bangsa yang sudah terjalin. Seharusnya kita mensyukuri kebaikan Allah bagi bangsa kita, bersyukur untuk pemerintah yang sudah menjalankan tugasnya, bersyukur untuk tanah yang telah memberi hasil bagi kita dan Allah yang tak henti memberkati sepanjang tahun.

Kita memasuki penghujung tahun. Mari kita mengambil waktu mensyukuri untuk segala sesuatu, untuk belas kasihan Allah bagi kita. Mari kita juga melakukan refleksi atau memeriksa diri. “Apakah selama setahun ini jalanku serong atau lurus? Apakah hidupku sudah menyenangkan dan mendatangkan damai bagi keluargaku, gerejaku, kotaku bahkan bangsaku? Apakah selama ini aku bukan menjadi pendorong untuk kemajuan orang lain melainkan menjadi penghambat kemajuan orang lain? Apakah selama setahun ini aku ikut menyebarkan kata-kata kebencian di media sosial?”

Sobat Teruna, sebagai teruna yang dikasihi Allah, bagian kita adalah menyebarkan kata-kata kasih. Kehadiran kita menjadi damai dan pembawa damai. Damai yang kita mulai dari diri sendiri, damai yang kita hadirkan di tengah keluarga, di tengah kota tempat tinggal kita dan di tengah gereja kita, di tengah bangsa kita. Kita akan mengakhiri tahun ini dengan satu tekad yaitu menghadirkan damai Allah di tengah bangsa ini di tahun-tahun mendatang.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Kiranya aku dimampukan menghadirkan damai dan menjadi pembawa damai bagi bangsa ini. Tolong aku, Tuhan.