KUMULAI DARI DIRI SENDIRI

2 Jan 2018

 

 

Kejadian 1:20-23

20 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” 21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. 22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.” 23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.

 

Belakangan ini, tumbuh kecemasan akan tingginya polusi cahaya (light pollution) di berbagai belahan dunia. Polusi cahaya adalah polusi ketika cahaya/sinar buatan yang dipergunakan berlebihan dan tidak tepat. Polusi cahaya tentunya membawa dampat buruk bagi banyak pihak. Contohnya: manusia yang terpapar oleh cahaya biru (blue light) berlebihan akan terganggu siklus tidurnya dan berdampak kepada kesehatan dan imun tubuhnya, adanya perubahan perilaku serangga dan hewan malam lainnya yang dapat mengakibatkan penurunan jumlah populasi hewan-hewan ini, dst.

 

Sobat Teruna, ternyata bukan saja isu tentang global warming, perubahan iklim, pencemaran udara, yang menjadi fenomena di sekitar kita, tetapi polusi cahaya bahkan masih ada isu-isu pencemaran lingkungan lainnya yang menjadi kecemasan masyarakat dunia. Tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena-fenomena alam di atas lebih banyaknya disebabkan oleh perbuatan manusia yang menggunakan sumber daya serta teknologi dengan tidak bijaksana.

 

Merenungkan karya penciptaan Allah dalam Kejadian 1, khususnya di ayat 20-23, kembali kita diingatkan bahwa Allah menciptakan bumi dan isinya - bukan bumi dan manusia saja. Allah menyediakan segala sumber daya alam hayati dan non hayati untuk membantu manusia menghidupi kehidupannya. Pada mulanya semuanya itu baik (ay. 21), tetapi karena perbuatan manusia dan berbagai penemuan teknologi yang digunakan, ciptaan Allah berubah menjadi tidak baik.

 

Sobat Teruna, memasuki tahun baru, mari kita tidak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga memikirkan lingkungan sekitar kita. Mulailah dari diri sendiri, menghemat penggunaan energi (mematikan keran air, mematikan lampu ketika tidak dibutuhkan, tidak membuang sampah sembarangan, dst) demi masa depan kita dan generasi selanjutnya yang lebih baik!

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Allah Bapa terima kasih telah mengaruniakan berbagai sumber daya di dalam dunia ini. Berikanku hikmat untuk mengelolanya dengan bijaksana demi masa depan yang lebih baik.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon