MENGUSAHAKAN DAN MEMELIHARA

4 Jan 2018

 

 

Kejadian 2:8-15

Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. 10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras. 13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. 14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. 15 Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

 

Banyak orang beranggapan bahwa profesi sebagai tukang kebun adalah profesi yang kurang menarik di jaman ini. Walaupun begitu, banyak nilai moral yang dapat kita petik dari profesi ini, di antaranya adalah kesabaran dan ketekunan. Mengapa? Karena untuk mendapatkan hasil kebun yang memuaskan, berbunga dan berbuah cantik dan manis haruslah dirawat dari dalam dan membutuhkan waktu bertumbuh secara bertahap.

 

Pada ayat 15, kita melihat bagaimana Tuhan mengambil manusia dan menempatkannya di taman Eden. Taman Eden yang sudah sempurna, lengkap dengan segala tumbuh-tumbuhan dan buah yang dapat langsung dimakan serta mata air (ay. 8-14), logisnya tidak perlu diusahakan dan dipelihara, karena semuanya akan berjalan dengan sendirinya. Namun Tuhan menyuruhnya untuk mengusahakan dan memelihara taman ini. Mengapa? Karena Tuhan ingin menunjukkan kepada manusia bahwa seindah-indahnya taman itu, ia tidak akan bertahan selamanya karena hukum alam (degenerasi). Lebih dari itu, Tuhan sebenarnya ingin mencontohkan kepada manusia bahwa untuk mendapatkan kepuasaan dan kebahagiaan sejati - yaitu kepuasan jiwa dan spiritual, haruslah dimulai dengan mengusahakan dan memelihara imannya.

 

Karena seindah-indahnya kehidupan ini (kesukesan studi, keelokan tampang, banyak teman, banyak harta), tetapi ketika tidak dipelihara (terus menerus) dari dalam, maka jiwa kita pun akan kering dan jauh dari kebahagiaan sorgawi yang tentunya hanya akan didapati di dalam Tuhan Yesus, Sang Mata Air Sejati (bnd Yak 2:26). Mari menjadi Tukang Kebun diri sendiri, dan biarlah pada akhirnya saat kita menerima sukacita sorgawi yang tak habisnya, kita bisa berkata: “Sungguh Amat Baik.”

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Ya Abba, Bapa, bantu aku mengusahakan dan memelihara bukan saja penampilan luar dan lingkungan sekitarku tetapi juga imanku.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon