MUJIZAT TUHAN TERJADI BILA KITA PERCAYA


Yohanes 2:1-8

1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; 2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. 3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” 4 Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” 5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” 6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. 7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. 8 Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.

Danur menjadi panitia retreat di sekolahnya. Pagi-pagi sekali dia sudah harus bangun untuk berkumpul di titik temu yang sudah ditentukan. Sebagai panitia di bagian acara, banyak sekali barang yang harus dia bawa. Dengan berjalan kaki, dia menuju jalan besar untuk naik angkutan umum. Dengan susah payah dia membawa barang bawaannya. Danur hanya berdoa supaya tidak terlambat. Tiba-tiba ada angkutan umum melewati gang rumahnya. Angkutan umum itu tidak pernah melewati gang rumahnya karena bukan rutenya. Dia memberhentikan angkutan umum tersebut dan menaruh semua barang bawaannya ke dalam angkutan umum tanpa harus berjalan kaki lebih jauh. Danur pun berterimakasih kepada Tuhan.

Sobat Teruna, perikop ini bercerita mengenai mujizat pertama yang dilakukan oleh Yesus. Ketika anggur di perkawinan habis, Yesus mengubah air menjadi anggur hanya dengan cara meminta para pelayan untuk mengisi tempayan-tempayan anggur itu dengan air lalu dibawa kepada pemimpin pesta. Hanya sesederhana itu. Kita sebagai anak-anak-Nya hendaknya berlaku seperti para pelayan di perkawinan tersebut. Kita hanya perlu melakukan apa yang diperintahkan-Nya. Kita hanya diminta untuk percaya bahwa Tuhan itu berkuasa dan mampu.

Pastinya kita pernah mengalami sebuah kesulitan dalam hidup kita dan merasa tidak ada orang lain yang bisa menolong. Berhentilah sejenak, tundukkan kepala lalu berdoalah. Mintalah kepada Dia yang mempunyai kuasa. Percayakanlah kepada Dia. Bila kita sudah menyerahkan kepada Tuhan, biarlah Tuhan dengan cara-Nya yang ajaib menjawab permintaan kita. Tapi ingat, Tuhan bukanlah pesulap, yang akan mengabulkan semua permintaan kita seperti apa yang kita inginkan. Tuhan punya jawabannya sendiri, tapi yang pasti Dia akan memberikan jalan keluar sesuai dengan rencana-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Bapa, kiranya aku selalu menyerahkan diriku dalam tuntunan-Mu dan percaya akan

kasih-Mu.