MATA AIR KEHIDUPAN


Yohanes 4:1-18

1 Ketika Tuhan Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes 2-- meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, -- 3 Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea. 4 Ia harus melintasi daerah Samaria. 5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. 7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.” 8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan. 9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.) 10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.” 11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?” 13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” 15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.” 16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.” 17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

Sobat Teruna, apa hal paling penting dalam hidup kita? Nilai ujian? Teman yang banyak? Follower di Instagram? Jumlah like di media sosial? Banyak hal yang kita anggap menjadi sebuah hal yang hakiki kita miliki karena itu bisa menentukan status sosial kita. Padahal semua itu semu dan malah bisa membuat kita jatuh di dalam dosa.

Tuhan Yesus dalam perjalanannya dari Yudea menuju ke Galilea melewati suatu daerah di Samaria yang bernama Sikhar. Di situ ada sumur dan Dia meminta minum kepada seorang perempuan Samaria. Kemudian Yesus bercakap-cakap dengannya. Dalam percakapan tersebut, Yesus berbicara mengenai Air Hidup sedangkan perempuan Samaria masih berpikir yang dibicarakan oleh Yesus adalah air sumur tersebut. Perempuan itu ingin tahu caranya mendapatkan air yang tidak akan membuat dia haus lagi. Padahal yang dimaksud Air Hidup oleh Yesus adalah diri-Nya sendiri. Yesus mau menyampaikan bahwa apabila kita menerima-Nya maka jiwa kita akan selalu disegarkan.

Sobat Teruna, Tuhan Yesus memakai perumpamaan air untuk menggambarkan betapa pentingnya air bagi kehidupan manusia. Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Manusia tidak bisa hidup tanpa air. Jadi Tuhan Yesus mau mengatakan, kita tidak bisa hidup tanpa Tuhan Yesus. Banyak hal di dunia ini yang tidak akan pernah bisa memuaskan diri kita. Sebanyak apa pun teman kita, sebanyak apa pun like yang kita terima di media sosial, itu tidak akan bisa memuaskan kita. Jadikanlah Yesus sebagai yang terpenting dalam hidup kita. Karena hanya Dia yang dapat memberikan rasa puas dan aman dalam diri kita. Jadikanlah Dia sebagai mata air yang senantiasa menyegarkan jiwa kita.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, mampukan aku untuk selalu menjadikan Engkau sebagai hal yang utama dalam kehidupanku.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon