KEDAULATAN-NYA MEMASTIKAN KEADILAN-NYA


Yesaya 45:1-8

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih. 2 Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir. 3 Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya. 4 Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu! 5 Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat! 6 Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu. 7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran. 8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

Dalam sebuah pengadilan, keadilan dapat ditegakkan karena adanya hukum yang berdaulat. Semua tunduk dibawah kekuasaan hukum. Namun, hukum yang dibuat oleh manusia tidak melulu berkuasa. Ada banyak orang yang tidak mau tunduk dibawah kekuasaan hukum. Hal ini menyebabkan hukum tidak berdaya dan keadilan tidak tercapai. Tidak demikian halnya dengan keadilan Tuhan. Tuhan Allah berkuasa atas segala sesuatu dalam dunia ini. Dia berdaulat penuh dan tidak ada yang dapat menghalangi kekuasaan-Nya. Hal ini terlihat jelas dalam pembacaan Alkitab hari ini. Frase “Akulah TUHAN” yang diulang berkali-kali untuk menegaskan akan keberadaan Allah Israel sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah dan tidak ada yang lain (ay. 5). Dia adalah Tuhan yang berkuasa penuh menciptakan segala sesuatu. Daripada-Nya lah segala sesuatu dalam dunia ini berasal (ay. 7). Dia bukan hanya Tuhan yang menyukai keadilan, tapi Dia adalah pencipta keadilan. Dengan kuasa-Nya, Dia sanggup memberikan dan menghadirkan keadilan di muka bumi (ay. 8). Kuasa yang dimiliki oleh manusia dalam memberikan keadilan sangatlah terbatas. Namun, kuasa Allah menghadirkan keadilan tidaklah terbatas.

Oleh karena itu, sobat Teruna, mari kita terus berharap akan keadilan Allah. Di tengah-tengah dunia yang penuh dengan ketidakadilan, mari berharap hanya kepada Allah saja. Kepada Dia yang sanggup memberikan keadilan di tengah-tengah dunia ini, kepada Dia yang keadilan-Nya tidak dapat dihalangi, baiklah kita berharap kepada DIA.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku mengimani dan berharap pada kuasa-Mu yang sanggup menghadirkan keadilan sejati di tengah-tengah dunia ini.