HUKUMAN SEBAGAI WUJUD KEADILAN ALLAH


Yesaya 45:14-17

14 Beginilah firman Tuhan: “Hasil tanah dari Mesir dan segala laba dari Etiopia dan orang-orang Syeba, orang-orang yang tinggi perawakannya, akan pindah kepadamu dan menjadi kepunyaanmu, mereka akan berjalan di belakangmu dengan dirantai; mereka akan sujud kepadamu dan akan membujuk engkau, katanya: Hanya di tengah-tengahmu ada Allah, dan tidak ada yang lain; di samping Dia tidak ada Allah! 15 Sungguh, Engkau Allah yang menyembunyikan diri, Allah Israel, Juruselamat. 16 Tetapi tukang-tukang berhala harus mundur dengan penuh noda, semuanya akan mendapat malu dan kena noda juga. 17 Sedangkan Israel diselamatkan oleh Tuhan dengan keselamatan yang selama-lamanya; kamu tidak akan mendapat malu dan tidak akan kena noda sampai selamanya dan seterusnya.”

Sobat Teruna, setiap kita pasti pernah dihukum karena kesalahan yang kita perbuat. Saat kita dihukum karena kesalahan kita, kita tidak boleh marah atau pun mengeluh, karena sesungguhnya itu adalah hal yang adil. Kesalahan pasti ada akibatnya atau pun hukumannya. Demikianlah yang terjadi kepada bangsa Israel. Mereka memberontak kepada Allah sehingga mereka dihukum.

Pembacaan Alkitab kita hari ini terambil dari kitab Yesaya. Yesaya pasal 45 merupakan sebuah nubuatan dari nabi Yesaya yang akan terjadi di kemudian hari. Bangsa Israel karena kejahatannya akan dihukum dengan cara dibuang dari negaranya ke negara lain. Namun, Tuhan yang mengasihi Israel tidak akan menghukum Israel untuk selamanya. Tuhan akan mengembalikan mereka kembali ke negaranya. Tuhan akan menyelamatkan Israel (ay 17).

Sobat teruna, keadilan Allah berarti menghukum mereka yang melakukan kejahatan. Namun, saat orang yang jahat dan berdosa bertobat dan kembali kepada Allah, maka Allah yang adil akan menerima dan menyelamatkan mereka, sama seperti Israel yang kembali diselamatkan oleh Allah. Allah yang adil bukanlah Allah yang kejam dan menghukum tanpa alasan. Hukuman Allah diberikan karena manusia melakukan kesalahan. Oleh karena Dia adalah Allah yang adil, yang menghukum mereka yang bersalah, maka kita juga harus berlaku adil. Kita harus menghukum mereka yang melakukan kesalahan dan saat kita melakukan kesalahan, kita harus menerima hukuman Allah sebagai sebuah pendisiplinan atau ganjaran atas kesalahan yang kita lakukan. Hukuman Allah bagi manusia adalah wujud keadilan-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan, tolong aku berlaku adil sebagaimana Engkau adil.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon