ALLAH YANG BENAR


Markus 1:9-11

9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. 10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. 11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Dalam 2 tahun ini, di seluruh jemaat GPIB melaksanakan pemilihan Diaken dan Penatua yang kemudian disusul dengan pengurus Pelayanan Kategorial. Dalam prosesnya, ada calon yang langsung menjawab hasil pilihan itu, ada yang masih mempertimbangkannya. Semua harus dipikirkan masak-masak sambil memohon hikmat Roh Kudus agar pelayanan yang sudah dipercayakan nantinya tidak terbengkalai. Ada juga yang merasa belum mampu melakukan pelayanan sebagai majelis jemaat karena beberapa pertimbangan. Pada akhirnya, setiap orang yang dipanggil dan diutus dalam proses tumbuh kembang jemaat ini menghasilkan orang-orang yang tepat untuk melayani sesuai porsi keahlian dan dunianya.

Sobat Teruna, dalam bacaan kita hari ini, kita dapat mengambil sebuah makna bahwa Allah mengutus Putera-Nya ke dunia adalah untuk sebuah karya besar yang sudah dirancangkan-Nya. Melalui proses yang istimewa, Allah mempersiapkan jalan keselamatan bagi kita, anak-anak-Nya. Kehadiran Yesus, Sang Mesias, merupakan cara Allah mengutus kita untuk berkarya di dunia. Penyertaan Allah melalui kuasa Roh Kudus juga menyatakan bahwa Allah tetap berproses bersama kita di sepanjang waktu.

Nah, tidak hanya warga sidi jemaat yang dapat melayani di ladang Tuhan. Kita yang masih belia ini pun juga masuk dalam panggilan dan pengutusan-Nya. Janji Allah adalah sempurna dan nyata bagi setiap orang yang menaruh harapan dan kehidupannya kepada Tuhan. Setiap hal yang kita lakukan dalam menjawab panggilan dan pengutusan-Nya selaku anak Tuhan tentu tidak akan pernah gagal asalkan kita melakukannya dalam kebenaran dan terang fiman Tuhan. Perkataan: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" pasti berlaku juga bagi kita apabila dalam kesehariannya, kita tetap mengandalkan Tuhan. Selamat berpegang pada Allah dan kebenaran-Nya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau telah mengasihiku dan senantiasa hidup di dalamku. Pimpin aku untuk selalu berjalan dalam kebenaran-Mu.