BERSEMANGAT TANPA RAGU-RAGU


I Tawarikh 22:1-13

1 Lalu berkatalah Daud: “Di sinilah rumah Tuhan, Allah kita, dan di sinilah mezbah untuk korban bakaran orang Israel.” 2 Daud menyuruh mengumpulkan orang-orang asing yang ada di negeri orang Israel, lalu ditempatkannya tukang-tukang untuk memahat batu-batu pahat yang akan dipakai untuk mendirikan rumah Allah. 3 Selanjutnya Daud menyediakan sangat banyak besi untuk paku-paku bagi daun pintu gerbang dan bagi tupai-tupai, juga sangat banyak tembaga yang tidak tertimbang beratnya, 4 dan kayu aras yang tidak terbilang banyaknya, sebab orang Sidon dan orang Tirus membawa sangat banyak kayu aras bagi Daud. 5 Karena pikir Daud: “Salomo, anakku, masih muda dan kurang berpengalaman, dan rumah yang harus didirikannya bagi Tuhan haruslah luar biasa besarnya sehingga menjadi kenamaan dan termasyhur di segala negeri; sebab itu baiklah aku mengadakan persediaan baginya!” Lalu Daud membuat sangat banyak persediaan sebelum ia mati. 6 Kemudian dipanggilnya Salomo, anaknya, dan diberinya perintah kepadanya untuk mendirikan rumah bagi Tuhan, Allah Israel, 7 kata Daud kepada Salomo: “Anakku, aku sendiri bermaksud hendak mendirikan rumah bagi nama Tuhan, Allahku, 8 tetapi firman Tuhan datang kepadaku, demikian: Telah kautumpahkan sangat banyak darah dan telah kaulakukan peperangan yang besar; engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab sudah banyak darah kautumpahkan ke tanah di hadapan-Ku. 9 Sesungguhnya, seorang anak laki-laki akan lahir bagimu; ia akan menjadi seorang yang dikaruniai keamanan. Aku akan mengaruniakan keamanan kepadanya dari segala musuhnya di sekeliling. Ia akan bernama Salomo; sejahtera dan sentosa akan Kuberikan atas Israel pada zamannya. 10 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan dialah yang akan menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi Bapanya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya. 11 Maka sekarang, hai anakku, Tuhan kiranya menyertai engkau, sehingga engkau berhasil mendirikan rumah Tuhan, Allahmu, seperti yang difirmankan-Nya mengenai engkau. 12 Hanya, Tuhan kiranya memberikan kepadamu akal budi dan pengertian dan membuat engkau menjadi pemegang perintah atas Israel, supaya engkau memelihara Taurat Tuhan, Allahmu. 13 Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan Tuhan kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.

Beberapa bulan lalu, seorang pemuda berusia 20 tahun di Malang tega membunuh ibu kandungnyakarena merasa tidak diperhatikan. Yang mencengangkan, dia sudah merencanakan ini sejak kelas 2 SMP! Kebenciannya kepada si ibu menumpuk selama bertahun-tahun sehingga ketika ibunya menolak membelikannya helm, si anak lalu membunuh ibunya.

Bacaan kita tentang Raja Daud yang ingin membangun Bait Allah. Namun Allah tidak mengizinkannya. Anaknyalah yang ditetapkan untuk melakukannya. Meskipun demikian, Daud tetap bersemangat mempersiapkan segala kebutuhan pembangunan. Daud menerima keputusan Allah dengan ikhlas bahkan mempersiapkan mental Salomo yang nanti akan mengawasi pembangunan bait suci tersebut. Daud menginginkan anaknya menaati perintah Allah dan mencari Tuhan dengan segenap hati dan jiwa. Kita belajar tentang semangat Daud sebagai wujud kesetiaannya kepada Tuhan. Sebagai orang yang telah diampuni atas kejahatannya yang menyebabkan Uria terbunuh demi mendapatkan Batsyeba (2 Samuel 11), Daud begitu mengagungkan Allah. Ia dapat menerima segala keputusan Allah sebagai yang terbaik. Mari kita meneladani Daud untuk tidak sakit hati terhadap keputusan Allah. Jika kita merasa orang tua lebih memerhatikan kakak atau adik kita, tidak perlu kecewa. Bisa jadi, itu cara Allah mendidik kita untuk menjadi pribadi yang lebih matang dan terus bersemangat. Daud tetap membantu Salomo, bahkan menasihatinya untuk tetap setia kepada Tuhan. Kita mau terus mendukung orang tua atau kakak-adik kita apa pun situasi di dalam keluarga.

Mari kita melakukan mulai dari hal-hal kecil seperti menyapu rumah atau membantu adik belajar. Meski hidup tidak seindah FTV, yuk terus bersemangat seperti Daud, dan minta akal budi serta hikmat Tuhan agar kita terus setia kepada perintah-perintahNya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, aku berdoa memohon anugerah-Mu untuk menerima kehendak-Mu dengan penuh kasih, kendatipun tampaknya berada di luar pengertianku. Kesangsian, kekecewaan dan kepedihan kiranya Engkau halau dari hatiku dan karuniakan aku hati yang taat dan hidup yang penuh semangat seperti Daud.