KETIKA TUHAN HADIR

17 Feb 2018

 

Keluaran 20:18-21

18 Seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap. Maka bangsa itu takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh. 19 Mereka berkata kepada Musa: “Engkaulah berbicara dengan kami, maka kami akan mendengarkan; tetapi janganlah Allah berbicara dengan kami, nanti kami mati.” 20 Tetapi Musa berkata kepada bangsa itu: “Janganlah takut, sebab Allah telah datang dengan maksud untuk mencoba kamu dan dengan maksud supaya takut akan Dia ada padamu, agar kamu jangan berbuat dosa.” 21 Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

 

Ketika saya masih kecil seringkali saya menjerit ketakutan. Biasanya saya akan berlari ke pelukan ibu saya setiap kali mendengar halilintar menggelegar di udara, di tengah hujan deras dan angin yang berhembus kencang. Ya, suara halilintar yang mengerikan itu membuat saya merasa takut sobat Teruna.

 

Kedahsyatan guntur juga pernah membuat bangsa Israel merasa ketakutan seperti dalam bacaan firman Tuhan hari ini. Setelah menerima sepuluh hukum Taurat, bangsa Israel menyaksikan guntur mengguntur, kilat sambung-menyambung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap sebagai tanda kehadiran Tuhan. Pemandangan dan suara yang terdapat di gunung Sinai menyebabkan bangsa Israel ketakutan. Mereka tidak berani mendengar Allah yang dahsyat itu berbicara. Ya, kedahsyatan alam yang mewakili kehadiran Allah memang menggetarkan.

 

Pembacaan firman Tuhan pada hari ini juga mau menggambarkan siapakah Allah yang kita sembah, betapa dahsyat, hebat dan mengagumkan. Betapa besar Allah kita yang bisa mengatur dan mengendalikan segala sesuatu dengan hikmat dan kekuatan-Nya. Allah memakai alam untuk menunjukan kedaulatan dan kuasa-Nya di hadapan bangsa Israel agar bangsa Israel memiliki rasa hormat yang akan menolong mereka untuk tidak berbuat dosa. Tidak hanya kepada bangsa Israel, melalui alam semesta, Allah juga ingin agar kita memiliki rasa takut akan Dia. Sikap takut akan Tuhan tidak sama dengan takut ketika melihat kilat atau pun takut ketika kita melihat kecoa sobat. Takut akan Tuhan merupakan sikap hati yang tunduk dan hormat pada setiap perintah Tuhan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Bapa, ajari aku untuk memiliki sikap hati yang takut akan Engkau sehingga aku dapat melihat betapa agung dan besar setiap karya perbuatan-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon