top of page

BADAI DAN SEJUK BAGI SEMUA MAKHLUK

 

Mazmur 29:1-6

1 Mazmur Daud. Kepada Tuhan, hai penghuni sorgawi, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! 2 Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan! 3 Suara Tuhan di atas air, Allah yang mulia mengguntur, Tuhan di atas air yang besar. 4 Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak. 5 Suara Tuhan mematahkan pohon aras, bahkan, Tuhan menumbangkan pohon aras Libanon. 6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.

 

Pdt. Andar Ismail dalam bukunya Selamat Berpelita menyampaikan bahwa: “Seluruh puisi dan lirik lagu dalam kitab Mazmur ditulis sebagai materi kurikulum pendidikan agama Yahudi khususnya pendidikan merenung (kontemplasi) untuk mencari kehendak Allah. Awal pendidikan kontemplasi ini adalah kebutuhan akan kesukaan merenungkan firman Tuhan (Mzm 1:2). Klimaks pendidikan kontemplasi ini adalah bahwa kesukaan merenung itu “Pelita bagi kakiku” (Mzm 119:105). Hasil akhir proses ini adalah bahwa segala yang bernafas memuji Tuhan (Mzm 150:6).”

Mazmur 29 berseru mengajak penghuni surgawi untuk mempersembahkan kemuliaan dan kekuatannya kepada Tuhan. Seruan serupa ditujukan kepada seluruh manusia dari berbagai suku dan bangsa untuk memuliakan nama-Nya (Mzm 96:7-9). Saat itu, orang Kanaan sangat percaya bahwa dewa Baal menurunkan hujan, menyuburkan tanah bahkan mendatangkan badai. Namun Mazmur ini menunjukkan bahwa Tuhan Allah, yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub adalah Allah yang berkuasa dan termulia diatas semua makhluk dunia dan akhirat. Hujan yang menyuburkan tanah dicurahkan bagi semua makhluk di bumi tidak memandang manusia atau hewan, orang percaya atau orang kafir. Begitu juga badai dahsyat atau gempa bumi yang melanda. Namun bila hal itu terjadi, pada ayat 11 Tuhan menjanjikan kekuatan yang akan diberikan kepada umat-Nya. Dan umat-Nya akan menjawab: “Tuhan kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera.” Marilah kita juga hendaknya tidak melihat perbedaan pemahaman ataupun kepercayaan iman sebagai hambatan untuk kita berbuat kebaikan bagi semua orang.

Oh iya, Mazmur 1:2 di kemudian hari dijadikan salah satu kompetensi Teruna GPIB, dengan harapan teruna GPIB dapat tumbuh menjadi anak-anak muda yang “keren” dan berbeda karena kesukaannya adalah firman Tuhan.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan terima kasih karena Engkau dahsyat, mohon layakkan aku menerima kekuatan dari mu ketika badai topan melanda hidupku.

 

bottom of page