JANGAN TAKUT KALAU ADA GUNTUR, TAPI…..

Mazmur 29:1-6

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Dari Asaf. 2 Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub. 3 Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus. 4 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita. 5 Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub. 6 Sebagai suatu peringatan bagi Yusuf ditetapkan-Nya hal itu, pada waktu Ia maju melawan tanah Mesir. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal:7 “Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; 8 dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba.

Mazmur yang berisi kurikulum pelajaran ini tidak hanya untuk merenung dalam diam. Rupanya diajarkan juga untuk menari dan bersorak-sorai bagi Tuhan. Hal ini biasanya dilakukan dalam perayaan-perayaan bangsa Yahudi seperti yang disampaikan dalam bacaan hari ini mengenai perayaan bulan baru yang ditandai dengan tiupan sangkakala dan pemberian kurban khusus bagi Allah sebagai peringatan akan perjanjian Allah yang membebaskan umat Israel dari Mesir menuju Tanah Perjanjian-Kanaan. Yang diperingatkan umat saat itu adalah karena Tuhan telah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, kemudian mengantarkan umat-Nya dalam perlindungan sampai ke Tanah Perjanjian.

Sobat Teruna, saat ini kita diingatkan juga bahwa Tuhan telah membebaskan kita dari belenggu dosa melalui kematian dan kebangkitan Kristus. Maka sudah selayaknya kita bersukacita. Dosa tidak berkuasa lagi atas kita. Ditambah lagi bila kita mengalami kesesakan maka Tuhan akan menjawab seruan kita yang meminta tolong.

Pada ayat 8 bagian akhir, pemazmur mengingatkan umat bahwa Tuhan pernah hadir dan kehadiran-Nya ditandai dengan suara guruh dan kilat serta awan pekat seperti sewaktu di Gunung Sinai. Keadaan mencekam itu juga dapat merupakan kehadiran Tuhan. Maka jangan takut. Mulai hari ini bersukacitalah senantiasa karena Tuhan selalu ada di dekat kita, memberikan pertolongan dan kekuatan-Nya untuk kita. Dia hanya sejauh doa. Berdoalah maka kita akan bebas menjadi berkat bagi banyak orang karena kita berlimpah berkat. Namun dalam ritual ibadah tubuh dan batin kita harus tenang dan teduh. Hanya ketika tubuh dan batin tenang teduh kita dapat berpikir dalam-dalam. Itulah kontemplasi. Itulah merenung.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan nyatakanlah kehendak-Mu bagi ku, tuntun aku kepada jalan-Mu. Aku ingin memuliakan nama-Mu dan menjadi berkat bagi banyak orang.