ARSITEK TUHAN

6 Mar 2018

 

 

Nehemia 9:1-6

 

Pada hari yang kedua puluh empat bulan itu berkumpullah orang Israel dan berpuasa dengan mengenakan kain kabung dan dengan tanah di kepala. Keturunan orang Israel memisahkan diri dari semua orang asing, lalu berdiri di tempatnya dan mengaku dosa mereka dan kesalahan nenek moyang mereka. Sementara mereka berdiri di tempat, dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat Tuhan, Allah mereka, selama seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan sujud menyembah kepada Tuhan, Allah mereka. Di atas tangga tempat orang-orang Lewi berdirilah Yesua, Bani, Kadmiel, Sebanya, Buni, Serebya, Bani dan Kenani. Dengan suara yang nyaring mereka berseru kepada Tuhan, Allah mereka. Dan berkatalah Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya dan Petahya, orang-orang Lewi itu: “Bangunlah, pujilah Tuhan Allahmu dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Terpujilah nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat!” “Hanya Engkau adalah Tuhan! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.

 

Sejak kecil, Harry senang melukis dan menggambar. Saat beranjak remaja, Harry bercita-cita menjadi arsitek. Keinginannya itu didukung orangtuanya yang kemudian mengarahkan Harry kuliah arsitek. Bakatnya dalam menggambar secara detil, membuatnya mendapat tawaran mengerjakan beberapa proyek properti. Meski sudah sering membuat desain bangunan, diam-diam Harry menyimpan keinginan untuk membangun gereja. Hal itu, terinspirasi dari Antoni Gaudi, arsitek hebat asal Catalonia, Spanyol. Harry mengagumi sosok Gaudi karena karyanya menggabungkan hal-hal yang diminatinya, yaitu arsitek, alam, dan Tuhan. Citra religius yang tercermin dalam karyanya, membuat Gaudi mendapat julukan “Arsitek Tuhan”. Salah satu mahakarya Gaudi adalah Sagrada Familia atau “Katedral Kaum Papa”. Sagrada Familia adalah gereja fenomenal yang menjadi destinasi wisata Kota Barcelona. Pembangunannya belum tuntas hingga kini, sejak kematian Gaudi pada 1926.

 

Sobat Teruna, jika Gaudi mendapat penghormatan tinggi karena karya arsitekturnya, maka selayaknya Tuhan yang menciptakan dunia dengan segala isinya mendapat lebih banyak penghormatan, pujian dan penyembahan. Hal itulah yang tergambar dalam bacaan firman kita hari ini, yang menggambarkan ritual doa pengakuan dosa bangsa Israel yang ditutup dengan penyembahan kepada TUHAN (ayat 3b).

 

Dalam penyembahan tersebut, bangsa Israel menaikan pujian dan meninggikan Tuhan (ayat 5). Mereka mengakui kemahakuasaan Allah sebagai pencipta langit, bumi dan laut degan segala isinya. Allah juga diakui sebagai pemberi kehidupan, dan semua ciptaan-Nya tunduk kepada-Nya. (ayat 6)

 

Sobat Teruna, bacaan firman hari ini mengajarkan kita untuk tak melupakan kemahakuasaan Tuhan sebagai “Arsitek Terhebat”. Manusia dengan teknologi canggih, tak mampu meletakkan bintang dilangit, membangun gunung, atau membuat laut terbelah. Hanya Tuhan yang bisa.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Ya Allah, ingatkanlah aku senantiasa bahwa Engkaulah Sang Maha Pencipta, sehingga aku tak lupa untuk selalu memuji dan menyembah-Mu.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon