MENGENAL SUARA TUHAN

 

Yohanes 10:1-10

1 “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; 2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. 3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. 4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. 5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” 6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. 7 Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. 8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. 9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. 10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

 

Sobat Teruna, pasti dalam kehidupan sehari-hari kita pernah bingung memilih teman. Teman yang baik dapat memberikan pengaruh baik bagi kita. Demikian pula orang tua sering menasihati agar kita berhati-hati dalam memilih teman. Dalam kehidupan iman, kita juga diperhadapkan dengan banyak pilihan yang baik, namun kita harus mampu memilih yang sesuai dengan kehendak Tuhan (lihat renungan tgl 11-3-18). Mengenali kehendak Tuhan sangat sulit, tetapi bisa dilakukan.

Perikop kali ini mengumpamakan bahwa hubungan antara Tuhan Yesus dan jemaat atau murid-murid-Nya adalah diibaratkan seperti Gembala dengan domba-domba-Nya. Domba milik-Nya pasti mengenal suara-Nya, yaitu suara yang memberi kehidupan dan bukan mencuri atau merampok. Dengan demikian sangat mudah mengenali kehendak Tuhan, yaitu dengan cara menilai yang kita pikirkan, katakan, inginkan dan lakukan, apakah semua itu dapat memberi kehidupan; bukannya merusak. Jika kita mendapatkan keuntungan dengan cara merampas, merampok atau dengan cara jahat lainnya seperti berbohong, memanupulasi dan memfitnah, maka hal itu jelas bukan pilihan yang mengikuti suara Tuhan.

Mengenal suara Tuhan sangat penting. Jika tidak peka akan suara-Nya, kita akan mudah tersesat atau jauh dari Allah. Itu artinya kita menolak kehadiran dan penyertaan Allah dalam hidup kita, sehingga kita tidak merasakan suka cita dan damai sejahtera. Ada banyak pilihan di luar sana. Jika kita tidak mengenal suara Tuhan, maka kita akan mudah memilih yang salah. Jika sudah masuk, maka akan sulit keluar dari kegelapan dunia. Kalau sobat Teruna ingin terus merasakan penyertaan Tuhan, mari pertajam pendengaran hati kita terhadap suara Tuhan. Jangan abaikan suara-Nya, karena kita tidak akan menyesal kelak.

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, ajarkan aku memiliki telinga hati yang baik, yang mau mengutamakan untuk mendengar Suara Tuhan, dan bukan suara yang lain. Aku sering gagal merasakan pemeliharaan-Mu bukan karena Engkau yang tidak mengasihi, tetapi karena aku yang tidak peka akan suara-Mu. Perbaruilah aku ya Tuhan.