ALLAH HADIR DALAM PENGORBANAN

Yohanes 12:20-28

20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: “Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus.” 22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan. 24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. 26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. 27 Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. 28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”

Sobat Teruna, bagaimanakah kita merasakan manfaat terang? Jika memakai lilin, maka lilin itu harus dibakar, baru menghasilkan terang. Lampu listrik juga membutuhkan energi melalui bahan bakar yang diproses. Artinya, jika tanpa pembakaran atas bahan seperti minyak atau solar, maka listrik tidak akan mendapatkan energi untuk menyala.

Pembacaan alkitab kali ini menceritakan misi yang harus dilalui oleh Kristus sebagai Anak Allah dalam menyelamatkan manusia. Kehadiran-Nya menjadi Raja bukan melewati takhta kerajaan yang penuh intrik politik, tetapi secara sederhana Ia menggambarkannya sebagai benih yang ditanam untuk menghasilkan kehidupan. Ketika benih itu dikuburkan, ia hancur dan sebagian mengalami pembusukan. Akan tetapi percampuran bakal kehidupan sang benih dengan berbagai unsur hara di dalam tanah menghasilkan tunas dan kemudian menjadi pohon. Dengan cara itulah Kristus menyatakan kehadiran dan penyertaan-Nya untuk memelihara hidup manusia agar dapat kembali kepada Bapa. Allah mengasihi manusia dalam prinsip menghadirkan diri-Nya ke dalam dunia dengan cara ‘dikorbankan’, agar kematian digantikan dengan kehidupan. Agar gelap berganti menjadi terang.

Berkorban adalah salah satu sifat yang diteladankan oleh Yesus. Ia berkorban dengan sadar, bukan karena ingin popular. Ia bukan mati konyol karena kematian-Nya sudah dinubuatkan para nabi ribuan tahun sebelumnya. Dengan berkorban itulah, Allah menyatakan bahwa Ia bersatu dengan manusia, agar kita yang percaya diangkat sebagai anak-anak-Nya. Jika kita ingin menghadirkan Allah dalam hidup kita, maka semangat berkorban itu pun harus dimiliki.

Apakah Sobat teruna siap untuk menghadirkan Allah lewat pengorbanan, seperti perhatian, waktu, harta untuk menolong orang yang membutuhkan?

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, sangat sulit bagiku untuk memiliki semangat berkorban, apalagi untuk orang lain. Untuk teman yang paling aku kasihi mungkin aku bisa berkorban, tetapi untuk orang tua, keluarga, apa lagi tetangga, mungkin sulit bagiku. Tolonglah aku ya Tuhan, agar aku pun dapat menghadirkan terang bagi orang lain.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon