INGAT, SEBUTKAN DAN RENUNGKAN!

Mazmur 77:12-16

12 Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. 13 Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. 14 Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? 15 Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa. 16 Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf.

Kondisi pemazmur dalam Mazmur kita hari ini cukup memilukan. Ketika sungguh-sungguh berusaha mencari Tuhan dan memanggil nama-Nya dalam kesusahannya, bukannya terhibur malah semakin merana (77:1-4). Mungkin karena Allah belum menjawab doanya dan melepaskannya dari kesusahan yang sedang dialaminya. Padahal ia demikian berharap akan pertolongan-Nya. “Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi?” “Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya? Telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?” “Sudah lupakah Allah menaruh kasihan?” Allah yang seperti tidak menolongnya, menyentak pemazmur (77:8-11). Demikian berat beban yang ia rasakan, sehingga ia nyaris hilang pengharapan.

Namun, akhirnya pemazmur tidak membiarkan dirinya terbawa pada suasana hatinya. Ia tetap mau Allah menjadi sumber pengharapannya. Dalam ayat bacaan kita, keluhan pemazmur kepada Allah digantinya dengan mengingat perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib, menyebutkannya, dan merenungkannya. Sama seperti dalam Mazmur 74, pemazmur mengingat lalu merenungkan apa yang Allah kerjakan saat menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir menuju tanah Kanaan. Dimulai dengan Sepuluh Tulah yang berakhir dengan matinya anak-anak sulung orang Mesir, Laut Merah yang terbelah dan matinya tentara-tentara Firaun, mukjizat-mukjizat di padang gurun, dan didudukinya Kanaan, tanah perjanjian.

Apa yang pemazmur lakukan dapat menjadi teladan bagi kita dalam menghadapi situasi seperti yang pemazmur alami. Dengan demikian kita tetap berharap pada Allah dalam keadaan apa pun. Sekarang ini kita bersyukur, melalui Alkitab dan juga pengajaran-pengajaran di gereja, kita mengetahui perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib sehingga dapat mengingat, menyebutkannya dan merenungkannya. Yang terhebat Allah memberikan Tuhan Yesus bagi keselamatan manusia: kita tidak akan khawatir tentang apa pun bila kita selalu mengingat, menyatakan dan merenungkannya.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, Engkau adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Aku tidak takut karena penyertaan-Mu penuh.