AIR SUSU DIBALAS DENGAN AIR TUBA

Mazmur 78:32-38

32 Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib. 33 Sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan. 34 Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah; 35 mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka. 36 Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia. 37 Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya. 38 Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan merekadan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nyadan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

Pepatah “Air susu dibalas dengan air tuba” tentunya sering disebut di dalam pelajaran pepatah bahasa Indonesia di sekolah yang artinya : perbuatan baik dibalas dengan perbuatan jahat. Pepatah ini cocok untuk menggambarkan keberadaan umat Israel dalam pembacaan kita hari ini. Kebesaran kasih Tuhan telah dinyatakan secara jelas lewat perbuatan dahsyat di mata manusia. Namun hal itu tidak cukup untuk membuat mereka kagum dan bertekuk lutut di hadapan-Nya. Mereka masih saja berbuat dosa bahkan tidak percaya pada perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya (ayat 32). Oleh karena itu Tuhan membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan (ayat 33). Kadang kala mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu serta Penebus mereka (ayat 35). Tetapi mereka justru memperdayai Allah dengan mulut mereka bahkan dengan lidahnya membohongi Dia (ayat 37). Dengan semua hal di atas, apakah Allah membenci mereka? Tidak! Allah justru menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan amarah-Nya. Dia menyayangi dan mengampuni mereka.

Sobat Teruna, kita belajar dua hal penting di sini. Pertama tidak sepantasnya jika perbuatan baik yang dilakukan dibalas dengan kejahatan. Oleh karena itu kita diharapkan memiliki kepekaan untuk menghargai setiap perbuatan baik yang dilakukan orang lain kepada kita. Apalagi terhadap Allah yang kita sembah yang sudah jelas-jelas mengasihi kita dengan kasih yang tanpa batas, sudah sepatutnyalah kita membalas kasih-Nya dengan hidup setia dan taat di hadapan-Nya. Kedua, ingatlah selalu bahwa Allah tetap memelihara kasih-Nya kepada kita meskipun kita tidak setia kepada-Nya. Ini yang patut kita teladani dalam kita menunjukan kasih yang tulus tanpa pamrih kepada orang lain.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Berikan kepekaan dalam diriku untuk menghargai setiap perbuatan baik dan menngasihi orang lain tanpa pamrih.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon