JAS MERAH

Mazmur 136:14-22

14 Dan menyeberangkan Israel dari tengah-tengahnya; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 15 Dan mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke Laut Teberau! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 16 Kepada Dia yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 17 Kepada Dia yang memukul kalah raja-raja yang besar; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 18 Dan membunuh raja-raja yang mulia; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 19 Sihon, raja orang Amori; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 20 Dan Og, raja negeri Basan; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 21 Dan memberikan tanah mereka menjadi milik pusaka; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 22 Milik pusaka kepada Israel, hamba-Nya! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat “Jas Merah” adalah semboyan terkenal yang diucapkan oleh Presiden Sukarno dalam pidato terakhirnya pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Lewat semboyan ini presiden pertama RI tersebut ingin menggugah hati setiap rakyat Indonesia untuk terus belajar dari sejarah perjuangan bangsa yang telah dilalui. Melalui sejarah, setiap orang diharapkan mampu mengevaluasi diri untuk selalu mengingat akan jasa-jasa pendahulunya, yang selanjutnya akan menjadi inspirasi dan motivasi kuat sebagai modal pembangunan bangsa ke depan.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh pemazmur lewat kidung yang digubah, yang sebagian syairnya menjadi topik bacaan Alkitab hari ini. Kisah pembebasan bangsa Israel dari Mesir sampai masuk ke tanah perjanjian tergambar jelas di sana. Mulai dari muizat Tuhan membelah lautan, menyeberangkan mereka serta mencampakkan Firaun dan pasukannya ke dalam laut Teberau (ayat 14-16), dilanjutkan dengan pimpinan Tuhan di padang gurun (ayat 16), sampai penyertaan-Nya dalam memukul kalah banyak bangsa sebelum akhirnya umat pilihan Allah itu masuk ke tanah perjanjian (ayat 17-22).

Sobat Teruna, sejarah kehidupan kita pun tidak kalah dahsyat. Jika melihat beberapa tahun ke belakang, terlalu banyak kasih dan kebaikan yang sudah dilakukan-Nya. Mulai dari lahir, tumbuh, dibaptis, menginjakkan kaki pertama kali di bangku sekolah, lulus dari SD dan melanjutkan ke SLTP, semuanya itu tidak luput dari campur tangan Tuhan.

Pergumulan di dalam hidup tidak akan pernah berhenti. Jangan patah semangat. Kasih Tuhan yang telah menyertai di masa lalu, akan tetap berlaku di masa kini, bahkan menjadi pegangan kita untuk melangkah ke masa depan yang penuh harapan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ajarlah aku untuk selalu mengenang kebaikan-Mu di masa lalu sehingga dapat melangkah dengan penuh keyakinan bersama-Mu ke masa depan.