BAGAI ELANG

1 Apr 2018

 

 

Keluaran 12:1-15

 

1 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir: “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap jemaah Israel: Pada tanggal sepuluh bulan ini diambillah oleh masing-masing seekor anak domba, menurut kaum keluarga, seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya untuk mengambil seekor anak domba, maka ia bersama-sama dengan tetangganya yang terdekat ke rumahnya haruslah mengambil seekor, menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu, kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela, berumur setahun; kamu boleh ambil domba atau kambing. Kamu harus mengurungnya sampai hari yang keempat belas bulan ini; lalu seluruh jemaah Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada waktu senja. Kemudian dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya. Dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga; yang dipanggang mereka harus makan dengan roti yang tidak beragi beserta sayur pahit. Janganlah kamu memakannya mentah atau direbus dalam air; hanya dipanggang di api, lengkap dengan kepalanya dan betisnya dan isi perutnya. 10 Janganlah kamu tinggalkan apa-apa dari daging itu sampai pagi; apa yang tinggal sampai pagi kamu bakarlah habis dengan api. 11 Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan. 12 Sebab pada malam ini Aku akan menjalani tanah Mesir, dan semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang, akan Kubunuh, dan kepada semua allah di Mesir akan Kujatuhkan hukuman, Akulah, Tuhan. 13 Dan darah itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah di mana kamu tinggal: Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan lewat dari pada kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, apabila Aku menghukum tanah Mesir. 14 Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi Tuhan turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. 15 Kamu makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya; pada hari pertama pun kamu buanglah segala ragi dari rumahmu, sebab setiap orang yang makan sesuatu yang beragi, dari hari pertama sampai hari ketujuh, orang itu harus dilenyapkan dari antara Israel.

 

Sobat Teruna tentu mengenal tentang keperkasaan seekor burung elang dengan sayapnya yang lebar dan kuat. Sayap itu tidak hanya untuk membubung di udara. Pada waktu panas menyengat, seekor induk elang akan melengkungkan sayapnya -yang dapat direntangkan sepanjang lebih dari dua meter- seperti payung untuk melindungi anak-anaknya yang belum bisa terbang, dari sengatan sinar matahari. Kemudian pada saat musim dingin menyelubungkan sayapnya pada anak-anaknya untuk memberi kehangatan. Seperti elang menjaga anak-anaknya, demikianlah Allah melindungi bangsa Israel pada saat membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir yang membuat mereka begitu menderita.

 

Pada bagian sebelumnya, Tuhan mendatangkan tulah demi tulah, sengsara demi sengsara, bencana demi bencana kepada Mesir, sebab Alkitab mencatat bagaimana Firaun terus-menerus mengeraskan hatinya. Maka sebelum tulah ke-sepuluh dijatuhkan, yang harus dilakukan umat Israel sebelum mereka dapat menikmati pembebasan yang Allah akan lakukan? Berupa pengorbanan domba yang darahnya dibubuhkan pada pintu rumah orang Israel, supaya mereka terhindar dari kematian anak sulung (ayat 7,12-13). Dengan cara membinasakan anak-anak sulung setiap keluarga Mesir, membuat mereka mengerti dan memahami kalau bukan Tuhan yang melindungi dan melepaskan mereka, tidak mungkin mereka bisa keluar dari perbudakan Mesir.

 

Dengan demikian tak ada alasan untuk tidak mengingat kasih Tuhan dan mengucap syukur atas pengorbanan dan penyelamatan-Nya, khususnya yang nyata di dalam Kristus bagi kita selaku orang percaya saat ini. Allah juga menuntut ketaatan kita dengan sungguh-sunguh padanya karena Ia yang telah membebaskan melalui pengorbanan dan penebusan yang dilakukan Yesus demi keselamatan kita. Jadi kita harus bersyukur dan menunjukkan ketaatan kepada Dia, yang sedia seperti seekor induk elang bagi kehidupan kita.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

 

Jiwaku senantiasa mau memuji dan bersyukur kepada Tuhan, yang telah menunjukkan kasih lewat pemeliharaan dan perlindungan, sehingga tenang dan nyamanlah jiwaku.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon