TERUNA SEBAGAI AGEN PEMBARUAN GEREJA

II Raja-raja 23:1-15

1 Sesudah itu raja menyuruh orang mengumpulkan semua tua-tua Yehuda dan Yerusalem. 2 Kemudian pergilah raja ke rumah Tuhan dan bersama-sama dia semua orang Yehuda dan semua penduduk Yerusalem, para imam, para nabi dan seluruh orang awam, dari yang kecil sampai yang besar. Dengan didengar mereka ia membacakan segala perkataan dari kitab perjanjian yang ditemukan di rumah Tuhan itu. 3 Sesudah itu berdirilah raja dekat tiang dan diadakannyalah perjanjian di hadapan Tuhan untuk hidup dengan mengikuti Tuhan, dan tetap menuruti perintah-perintah-Nya, peraturan-peraturan-Nya dan ketetapan-ketetapan-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan untuk menepati perkataan perjanjian yang tertulis dalam kitab itu. Dan seluruh rakyat turut mendukung perjanjian itu. 4 Raja memberi perintah kepada imam besar Hilkia dan kepada para imam tingkat dua dan kepada para penjaga pintu untuk mengeluarkan dari bait Tuhan segala perkakas yang telah dibuat untuk Baal dan Asyera dan untuk segala tentara langit, lalu dibakarnyalah semuanya itu di luar kota Yerusalem di padang-padang Kidron, dan diangkutnyalah abunya ke Betel. 5 Ia memberhentikan para imam dewa asing yang telah diangkat oleh raja-raja Yehuda untuk membakar korban di bukit pengorbanan di kota-kota Yehuda dan di sekitar Yerusalem, juga orang-orang yang membakar korban untuk Baal, untuk dewa matahari, untuk dewa bulan, untuk rasi-rasi bintang dan untuk segenap tentara langit. 6 Dibawanyalah tiang-tiang berhala dari rumah Tuhan ke luar kota Yerusalem, ke sungai Kidron, lalu dibakarnya di situ dan ditumbuknya halus-halus menjadi abu, kemudian dicampakkannyalah abunya ke atas kuburan rakyat jelata. 7 Ia merobohkan petak-petak pelacuran bakti yang ada di rumah Tuhan, tempat orang-orang perempuan bertenun sarung untuk Asyera. 8 Disuruhnyalah datang semua imam dari kota-kota Yehuda, lalu ia menajiskan bukit-bukit pengorbanan, tempat para imam itu membakar korban, dari Geba sampai Bersyeba; dirobohkannya pula bukit-bukit pengorbanan di pintu-pintu gerbang yang ada dekat lobang pintu gerbang Yosua, penguasa kota itu, yang ada pada sebelah kiri kalau orang memasuki pintu gerbang kota itu. 9 Tetapi para imam bukit-bukit pengorbanan itu tidak boleh naik ke mezbah Tuhan di Yerusalem, hanya mereka boleh memakan roti yang tidak beragi di tengah-tengah saudara-saudara mereka. 10 Ia menajiskan juga Tofet yang ada di lembah Ben-Hinom, supaya jangan orang mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api untuk dewa Molokh. 11 Dibuangnyalah kuda-kuda yang ditaruh oleh raja-raja Yehuda untuk dewa matahari di pintu masuk ke rumah Tuhan, dekat bilik Natan-Melekh, pegawai istana, yang tinggal di gedung samping; juga kereta-kereta dewa matahari dibakarnya dengan api. 12 Mezbah-mezbah, yang ada di atas sotoh, tempat peranginan Ahas, yang dibuat oleh raja-raja Yehuda, dan mezbah-mezbah, yang dibuat Manasye di kedua pelataran rumah Tuhan, dirobohkan oleh raja, dan diremukkan di sana, lalu dicampakkannya abunya ke sungai Kidron. 13 Bukit-bukit pengorbanan yang ada di sebelah timur Yerusalem di sebelah selatan bukit Kebusukan dan yang didirikan oleh Salomo, raja Israel, untuk Asytoret, dewa kejijikan sembahan orang Sidon, dan untuk Kamos, dewa kejijikan sembahan Moab, dan untuk Milkom, dewa kekejian sembahan orang Amon, dinajiskan oleh raja. 14 Ia memecahkan tugu-tugu berhala dan menebang tiang-tiang berhala, lalu ditimbuninya tempat-tempat itu penuh dengan tulang-tulang manusia. 15 Juga mezbah yang ada di Betel, bukit pengorbanan yang dibuat oleh Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa, mezbah dan bukit pengorbanan itu pun dirobohkannya dan batu-batunya dipecahkannya, lalu ditumbuknya halus-halus menjadi abu, dan dibakarnyalah tiang berhala.

Tahukah sobat Teruna bagaimana Marthin Luther dan kawan-kawan menggerakkan reformasi di abad pertengahan oleh karena menyaksikan bagaimana gereja-gereja pada waktu itu terlalu kaku dengan tradisi dan doktrin? Kemudian juga pendewaan terhadap lembaga gereja, seolah-olah menjadi pusat penyembahan. Para elit gereja juga kemudian tergoda oleh kekuasaan yang membuat mereka jatuh dalam dosa. Karena itu gereja harus dibaharui dengan menegaskan lagi soal hakikat gereja, yang mestinya hadir sebagai agen Allah untuk penyelamatan dunia. Sekaligus kembali mengingatkan gereja atas bahaya penyimpangan nilai pembaruan Yesus.

Itulah juga yang dilakukan Yosia sebagai raja Israel pada waktu itu. Rentetan aksi-aksi Yosia yang berjumlah lebih dari 17 mengungkapkan betapa bobroknya masyarakat Yehuda. Namun Yosia bertekad bulat dan tidak gentar menentang arus. Hal ini terungkap ketika ia berani mengadakan pembersihan berbagai berhala bukit pengorbanan,hingga membunuh imam-imam bukit pengorbanan justru pada saat seluruh rakyat Yehuda sudah terjerumus ke dalam penyembahan berhala (ay. 20). Ia tidak hanya memberikan instruksi namun terlibat langsung dengan melakukan sendiri tindakan yang benar. Ia sendiri sebagai contoh hidup hasil pembaharuan bagi rakyatnya.

Soba Teruna terkasih, sebagaimana gereja lahir dari semangat pembaruan maka gereja itu sendiri mestinya adalah pembaruan. Dalam zaman yang terus berubah, tentu juga membutuhkan usaha pembaruan gereja secara terus menerus, agar nyata kehadirannya menjadi garam dan terang, khusus melalui kehadiran kita sebagai warganya, termasuk para teruna. Jadi dimulai dari diri kita sendiri sebagai agen-agen pembaharuan dapat memberikan contoh sikap hidup selaku teruna-teruna Kristus yang penuh kejujuran dan ketulusan hati, di tengah-tengah angkatan yang curang dan penuh kebohongan.

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini menjadi berkat dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus yang baik, mampukanlah aku menjadi agen pembaruan yang dimulai dari diriku sendiri, yang sedia menjalani hidup berdasarkan firman-Mu.